Pekerja Bangunan di Solo Tewas
Nasib Pilu Korban Tragedi Jatuh dari Atap 8 Meter di Solo, Usia 85 Tahun Masih Jadi Kuli Bangunan
Di usianya yang sudah mencapai 85 tahun, Dirjo masih menjalani pekerjaan fisik sebagai kuli bangunan.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Nasib tragis dialami Dirjo Supatmo, seorang pria lanjut usia asal Ngemplak, Boyolali, yang meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian saat bekerja di proyek bangunan kawasan Busukan, Mojosongo, Jebres, Solo, Kamis (28/8/2025).
Di usianya yang sudah mencapai 85 tahun, Dirjo masih menjalani pekerjaan fisik sebagai kuli bangunan.
Meski telah berusia lanjut, Dirjo masih bekerja sebagai kuli bangunan.
Berdasarkan data Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diperoleh TribunSolo.com, Dirjo lahir pada 24 November 1940.
Kecelakaan itu terjadi saat ia mengangkat material ke lantai atas, dan berujung pada kematian di lokasi kejadian.
Korban yang berasal dari Kelurahan Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tertelungkup di tanah dan bersimbah darah.
Kapolsek Jebres, Kompol Murtiyoko, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat korban sedang menggarap bagian atap bangunan.
Dirjo terjatuh setelah kehilangan keseimbangan ketika membawa baja ringan dari lantai dasar ke lantai atas.
Murtiyoko menyebut, korban sempat tersengat aliran listrik tegangan tinggi sesaat setelah jatuh.
"Saat itulah, besi yang dibawa korban tak sengaja terkena kabel PLN, hingga membuat korban tersetrum. Korban sendiri jatuh dengan kondisi tertelungkup. Korban meninggal karena luka berat di bagian kepala," ungkap Murtiyoko.

Ia menambahkan, lokasi proyek bangunan yang dikerjakan korban dan rekan-rekannya memang berdekatan dengan kabel listrik bertegangan tinggi milik PLN.
"Jadi posisi korban jatuh, kepala terbentur aspal yang kemudian mengakibatkan korban meninggal dunia. Bahwa sebelumnya korban sering diingatkan oleh saksi 1 dan 2 serta PLN Mobile bahwa di situ terdapat listrik tegangan tinggi," kata Murtiyoko.
Rekan-rekan kerja Dirjo disebut telah beberapa kali mengingatkan agar berhati-hati saat naik ke lantai atas bangunan.
Namun nahas peringatan tersebut tak mampu mencegah tragedi.
Baca juga: Kronologi Pekerja Tewas Jatuh dari Atap Bangunan di Jebres Solo, Terpeleset Saat Angin Kencang
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.