Breaking News:

Studi Sebut Vaksin Johnson & Johnson Lemah Lawan Varian Delta, Jutaan Warga AS Diimbau Vaksin Ulang

Penelitian ini memperkirakan, vaksin Johnson & Johnson, satu-satunya vaksin sekali suntik, tidak ampuh melawan Covid-19 varian Delta.

Editor: Aji Bramastra
FETHI BELAID / AFP
ILUSTRASI : Penelitian dari New York menyebut vaksin Johnson & Johnson kurang ampuh melawan Covid-19 varian Delta. 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah hasil penelitian ilmiah dari New York, Amerika Serikat (AS), menyebut, pemerintah AS perlu mempertimbangkan lagi untuk memvaksin ulang warga yang menerima suntikan vaksin Johnson & Johnson.

Penelitian ini memperkirakan, vaksin Johnson & Johnson, satu-satunya vaksin sekali suntik, tidak ampuh dalam melawan Covid-19 varian Delta.

Baca juga: Mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo Terpapar Covid-19, Padahal Sudah Vaksin Pfizer 2 Dosis saat di Jerman

 Tingkat antibodi dari penerima vaksin Johnson & Johnson, disebut dua kali lebih rendah mereka yang menrima vaksin Pfizer atau Moderna.

Dr Nathaniel Landau, seorang virologis asal New York University, menyebutkan hasil penelitian ini sebagaimana dipublikasi oleh The New York Times.

Ia merekomendasikan agar pemerintah Amerika Serikat memberi tambahan vaksin pada penerima vaksin Johnson & Johnson.

"Pesannya bukan berarti orang jangan diberi vaksin Johnson & Johnson, tapi dia harus diberi vaksin lagi, entah pakai Johnson & Johnson atau Pfizer, Moderna," kata Nathaniel Landau, dikutip dari The Daily Mail.

Saat ini, tercatat ada 13 juta penerima vaksin Johnson & Johnson di Amerika Serikat.

Penelitian ini berdasarkan sampel dari 27 pasien Covid-19 varian Delta.

Dalam kelompok sampel itu, 17 orang telah divaksin dua dosis Pfizer atau Moderna.

Sementara 10 sisanya, hanya menerima satu dosis Johnson & Johnson,

Penelitian ini juga sejalan dengan sebuah penelitian di Inggris.

Disebutkan The Daily Mail, dalam penelitian tersebut terungkap, vaksin AstraZaneca 33 persen lebih efektif dari Johnson & Johnson. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved