Breaking News:

Virus Corona

PPKM Level 4 Diperpanjang Lagi atau Tidak? Berikut Data Covid-19 Sepekan yang Jadi Pertimbangan

Untuk diketahui sebelumnya aturan ini dilakukan sebagai perpanjangan PPKM Darurat yang berlaku pada 3-20 Juli 2021.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji

TRIBUNSOLO.COM - PPKM Darurat Level 4 berakhir pada hari ini 25 Juli 2021.

Untuk diketahui sebelumnya aturan ini dilakukan sebagai perpanjangan PPKM Darurat yang berlaku pada 3-20 Juli 2021.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini, Bagaimana Kelanjutan Penyekatan Jalan? Polisi Menjawab

Hingga kini pemerintah belum mengumumkan soal perpanjangan PPKM Level 4.

Dilansir dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo sempat menyebut akan membuka secara bertahap sektor ekonomi pada tanggal 26 Juli 2021 bila penyebaran kasus Covid-19 menurun.

"Jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap," kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Kompas.com, Minggu (25/7/2021).

Dilansir dari TribunNews berikut data kasus Covid-19 di Indonesia selama masa perpanjangan PPKM:

1. Rabu, 21 Juli 2021

Dalam laporan per Rabu (21/7/2021), ada tambahan sebanyak 33.772 kasus.

Maka per Rabu (21/7/2021), sudah ada 2.983.830 kasus Covid-19 di Indonesia.

Sementara pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 32.887 pasien.

Adapun kasus kematian harian bertambah 1.383 jiwa.

Tambahan kasus meninggal dunia pada Rabu (21/7/2021) sempat menjadi yang tertinggi sepanjang pandemi.

2. Kamis, 22 Juli 2021

Dikutip dari covid.go.id, ada tambahan kasus positif Covid-19 berjumlah 49.509 per Kamis (22/7/2021).

Angka tersebut meningkat sebanyak 15.737 kasus dibanding dengan sehari sebelumnya pada Rabu (21/7/2021).

Sehingga, sampai Kamis (22/7/2021), total sudah ada 3.033.339 kasus Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, angka kematian akibat Covid-19 juga ikut meningkat pada Kamis (22/7/2021).

Sebanyak 1.449 pasien dinyatakan meninggal akibat Covid-19 dan menjadi yang tertinggi sepanjang pandemi.

Tambahan angka itu membuat total kasus berujung kematian akibat Covid-19 menjadi 79.032 jiwa.

Kabar baiknya, pasien sembuh bertambah sebanyak 36.370 orang.

3. Jumat, 23 Juli 2021

Jumlah kasus positif virus corona pada Jumat (23/7/2021) tercatat ada 49.071 penambahan.

Maka, total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 3.082.410 sejak pertama terkonfirmasi pada 2 Maret 2020 lalu.

Kabar baiknya, sejumlah 38.988 pasien dinyatakan sembuh.

Tambahan kasus sembuh pada Jumat (23/7/2021) mencapai rekor tertinggi sejak pandemi.

Sebelumnya, rekor kasus sembuh tertinggi terjadi pada 12 Juli 2021 lalu dengan 34.754 orang.

Sementara itu, jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia juga bertambah sebanyak 1.566 pasien.

Penambahan ini kembali mencapai rekor tertinggi sejak pandemi.

Padahal sehari sebelumnya yaitu pada Kamis (22/7/2021), angka kematian bertambah 1.449 kasus.

Sehingga total pasien meninggal dunia akibat virus corona di Indonesia menjadi 80.598 orang.

4. Sabtu, 24 Juli 2021

Sementara itu, pada Sabtu (24/7/2021), jumlah kasus positif virus corona bertambah 45.416 kasus.

Dengan demikian, per Sabtu kemarin, total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 3.127.826 sejak pertama terkonfirmasi pada 2 Maret 2020.

Kabar baiknya, ada sejumlah 39.767 pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19.

Angka ini menjadi yang tertinggi selama pandemi.

Di sisi lain, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia juga bertambah sebanyak 1.415 pasien.

Bila melihat data di atas, maka selama empat hari terakhir, data penambahan kasus Covid-19 masih fluktuatif.

Artinya belum benar-benar turun. Bahkan pada Jumat, jumlah penambahan kasus hampir kembali menyentuh angka 50 ribu.

Maka, patut menunggu pengumumuman dari pemerintah: apakah PPKM level 4 akan kembali diperpanjang atau diperlonggar?

Baca juga: Syarat Dapat BLT Subsidi Gaji Rp 1 Juta bagi Pekerja, Berada di Zona PPKM Level 4

Masyarakat mengeluh

Di sisi lain, masyarakat utamanya pelaku usaha sektor informal mengeluh jika PPKM diperpanjang.

Akibat PPKM, mereka tidak mendapat penghasilan yang layak lantaran mobilitas terbatas dan adanya pengetatan jam operasional.

Dilansir dari Kompas.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, mutasi varian Delta di bulan Juli sukses membuat keyakinan konsumen dan dunia usaha menyusut.

Hal ini membuat konsumsi masyarakat mengalami penurunan.

"Varian ini menimbulkan tantangan yang sifatnya dinamis. Varian yang menimbulkan kekhawatiran karena dampaknya terus berubah," ujar Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Pada pada bulan Juni, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sudah berada di zona optimis pada angka lebih dari 100, yakni 107,4. Level ini bahkan melampaui bulan April 2020 sebesar 84,8.

Indeks Penjualan Ritel (IPR) juga melonjak 225,6 pada bulan Mei 2021, atau naik 14,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara penjualan mobil pada Juni naik 120 persen (yoy).

"Kurva kenaikan kasus Covid-19 sangat tajam menimbulkan dampak yang begitu kompleks, karena ancaman kematian menyebabkan kemudian BOR dan tempat isolasi mengalami tekanan yang luar biasa," tutur dia.

Adapun nantinya selama masa pelonggaran, pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok akan diizinkan beroperasi hingga pukul 20.00 dengan jumlah kapasitas pengunjung 50 persen.

Pasar tradisional yang tidak menjual kebutuhan pokok boleh beroperasi hingga pukul 15.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Usaha kecil mulai dari toko kelontong hingga cucian kendaraan, akan diizinkan buka sampai pukul 21.00. Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan usaha sejenis diizinkan beroperasi hingga pukul 21.00 dengan waktu makan maksimal 30 menit.

"Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen dan outlet voucher, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha kecil lainnya yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00," ucap Jokowi saat pengumuman PPKM Level 4 hingga tanggal 25 Juli 2021.

(TribunNews/Kompas)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved