Pemain Timnas Indonesia Ini Ceritakan Mimpinya Jadi Striker Terinspirasi Bambang Pamungkas

Menurutnya, mantan kapten Timnas Indonesia tersebut memiliki skill yang mumpuni.

Editor: Eka Fitriani
Dok. PS Sleman
Striker Timnas Indonesia U-19, Saddam Emiruddin Gaffar saat tengah menjalani latihan bersama Timnas U-19. 

TRIBUNSOLO.COM - Salah satu penyerang timnas Indonesia, Saddam Emiruddin Gaffar menceritakan mimpinya sebelum menjadi pemain sepak bola profesional.

Dirinya membeberkan mimpinya tersebut karena terinspirasi dari Bambang Pamungkas.

Baca juga: Pertama Kali ke Indonesia, Diego Michiels Sempat Ingin Jadi Atlet Muay Thai

Baca juga: Persiapan Piala Asia 2023 Mundur, TC Timnas Indonesia Tunggu Kejelasan PPKM Level 4

Saddam Emiruddin merupakan pemain PSS Sleman yang dipanggil Shin Tae-yong untuk mengikuti TC Timnas U-19.

Pemain kelahiran Jepara ini diproyeksikan Shin Tae-yong untuk berlaga di Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 2021.

Berposisi sebagai penyerang, Saddam Emiruddin Gaffar menceritakan pengalamannya sebelum memiliki posisi di lini depan.

Sebelum menjadi striker, Saddam mengaku banyak posisi yang sudah dia tempati.

Mulai dari kiper hingga striker pernah dirasakan pemain 19 tahun ini.

"Waktu itu pelatih nyuruhnya kiper, soalnya posturnya kiper, habis itu, naik ke bek kiri, habis itu ke stopper, ke gelandang, ke sayap baru striker," kata Saddam dilansir dari kanal Youtube PSSI.

"Penjaga gawang waktu kelas 3, kelas 4 itu ke bek kiri sampai kelas 5, itu main bek kiri sama stoper, terus kelas 6 pindah ke gelandang sama sayap, habis itu SMP striker," ujarnya.

Saddam mengaku jika memilih sebagai penyerang karena mengidolakan Bambang Pamungkas.

"Saya idolain sama mas Bambang (Bambang Pamungkas) sih," jelasnya.

Baca juga: Mendekati Kompetisi Penting, Shin Tae-yong Terancam Tak Bisa Panggil Bek Andal Ini ke Timnas

Baca juga: Menurut Asisten Shin Tae-yong, 6 Hal Ini Harus Diperbaiki dari Pemain Jika Ingin Berkembang

Menurutnya, mantan kapten Timnas Indonesia tersebut memiliki skill yang mumpuni.

Selain itu, pemain nomor 20 di Timnas Indonesia itu disebutnya handal dalam duel udara.

Padahal, sosoknya memiliki postur yang kecil.

"Ga tau, kenapa mainnya bikin enak kalo dilihat dari duel-duelnya, postur kecil tapi lompatnya tinggi," kata Saddam.

Saddam juga mengatakan bahwa dia memiliki lawan yang paling berat.

Menurutnya, Purwaka Yudi memiliki pengalaman yang mumpuni.

"Kalau sosok paling berat itu malah ke mas Purwaka Yudi, soalnya dia pinter baca-baca bola mas. Lebih pengalaman dia sih," ujarnya.(*)

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved