Olimpiade Tokyo 2020

Olimpiade Tokyo 2020 : Anthony Ginting Waspadai Kejutan Kevin Cordon, Incar Medali Perunggu

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinusuka Ginting siap berjuang meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Tayang:
Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / AFP
Tungal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setelah menyelesaikan pertandingan Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza 29 Juli 2021 (Lintao Zhang/Getty Images/ AFP) 

Kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga menjadi raihan emas pertama dalam Olimpiade Tokyo 2020.

Pada babak pertama berjalan cukup alot ganda Indonesia dibayangi terus oleh China hingga 20-19.

Pasangan China sempat protes kepada juri bahwa itu masuk, bukan bola ke luar tetapi juri menyanggahnya sehingga memberikan angka 21-19 bagi kemenangan Indonesia dalam 28 menit.

"Jangan terpancing mereka ya. Mereka memang ingin bermain panjang supaya kalian terpancing smash lalu di situlah mereka masuk," nasihat sang pelatih Indonesia di babak pertama.

Teriakan Apriyani "uwaiiii" yang cukup menggelegar semakin meningkatkan semangat pasangan Indonesia tersebut.

Greysia Polii sampai terjatuh-jatuh di lantai pertandingan, Senin (2/8/2021).
Greysia Polii sampai terjatuh-jatuh di lantai pertandingan, Senin (2/8/2021). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Kadang teriakan Apriyani disambut pihak terkait Indonesia seperti pers dan ofisial yang ikut menonton pertandingan ini dengan teriakan "Indonesia" memberi semangat juga.

Bahkan di akhir babak pertama dengan bernyanyi lagu Indonesia.

Di babak kedua pemain China sempat tertinggal 7-2 dari pasangan Indonesia.

Pihak pelatih China pun menasihati agar bermain lebih hati-hati dan jangan buru-buru.

Hasilnya pemain China berhasil bermain lebih baik dengan penempatan bola tipis di tepi garis kiri dan kanan menambah angka bagi mereka sehingga 6-6.

Di pihak Indonesia tampaknya Apriyani mulai "panas" dengan smash nya tak memberi ampun lagi kepada pasangan China sehingga terus melaju mengumpukan angka hingga 11-7.

Bahkan bola pertama di depan langsung di smash Apriyani dan tak bisa dibalas lagi oleh pasangan China sehingga menjadi 12-8.

Baca juga: Greysia - Apriyani Menang dan Rebut Emas, Publik Heran Raket Pemain China Sampai Bengkok

Kesalahan pasangan China banyak menyangkut di net, bola smash dari Indonesia dan hal itu rupanya dimanfaatkan sekali oleh pasangan Indonesia untuk memancing China membalas pendek supaya menyangkut di net.

Pihak Indonesia pun dengan smart banyak memanfaatkan bola ke luar dari pasangan China, baik ke luar garis kanan kiri bahkan tidak sampai ke pihak Indonesia yang ada di depan net (ke luar).

Drop shot Apriyani di depan net juga sangat apik, apalagi tepat di antara kedua pasangan China sehingga berdampak tak ada satu pun yang mengambilnya dan kemenangan tambah satu angka bagi Indonesia.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved