Berita Boyolali Terbaru
Warga Meninggal di Boyolali Masuk Data Bantuan Sosial Tunai, Ganjar: Udah Mati Kok Bisa Hidup Lagi
Data Penyaluran Dana Bantuan Sosial (BST) masih punya permasalahan yang harus diperbaiki. Sebab di Boyolali ada kasus warga yang meninggal masuk data.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI- Data Penyaluran Dana Bantuan Sosial (BST) masih punya permasalahan yang harus diperbaiki.
Sebab, di Boyolali masih ditemukan kasus orang yang sudah meninggal dunia masuk dalam daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BST senilai Rp 600 ribu.
Itu terungkap dalam Rembug Desa di Boyolali bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, secara virtual Rabu (4/8/2021).
Baca juga: Rute Bus BST Selama Berlangsungnya PPKM Darurat, Pasca Enam Ruas Jalan di Solo Ditutup
Baca juga: Bantuan Sosial Tunai Warga Gandekan Solo Disalurkan Door to Door: Warga Terima Rp 600 Ribu
“Ganti ke Gunung, Simo. Udah mati kok bisa hidup lagi, iki ketok e rodo medeni, iki ketok e rodo koyo jaelangkung,” kelekar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.
Orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut saat itu menjawab pernyataan dari Kades Gunung, Kecamatan Simo yang berkomentar saat live rembug desa se-Boyolali.
Kades Gunung, Kecamatan Simo yang memperkenalkan diri bernama Yogi itu kemudian ditanya Ganjar.
Baca juga: Bantuan Sosial Tunai di Klaten Cair, Camat Dapat Aduan Penerima Ganda dan Tak Tepat Sasaran
"Niku sing mati urep meneh enek piro (Itu yang meninggal, kemudian hidup lagi ada berapa)"
“Ya ada banyak pak. Dulu pernah kita verifikasi,” jawab Kades Gunung, Yogi tersebut.
Yogi mengungkapkan, 2 bulan lalu, pihaknya sudah melakukan verifikasi data calon penerima KPM.
Daftar nama calon penerima KPM yang sudah meninggal dunia kemudian dicoret.
Baca juga: Polemik Bantuan Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Polda Sumsel: Siapa yang Katakan Dananya Tak Ada?
Tapi, kemudian data calon KPM yang sudah tidak memenuhi syarat (TMS) tersebut keluar lagi, dan bahkan jumlahnya semakin banyak.
Dalam penyaluran BST ini, pihaknya menemukan antara 9-10 KPM yang telah meninggal yang mendapat BST.
Pihaknya kemudian mengembalikan dana BST tesebut ke kas Negara melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial kecamatan (TKSK).
“Tapi warga Njenegan (yang tidak dapat BST) tidak ada yang cemburu?,” tanya Ganjar.
“Tidak ada Pak,” jawab Kades.
Data Ganda di Klaten
Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga terdampak pandemi Corona atau COVID-19 di Kabupaten Klaten sudah mulai cair beberapa waktu terakhir ini.
Namun, dalam distribusi di lapangan masih ditemukan ada penerima yang tidak tepat sasaran, penerima ganda, bahkan data orang yang sudah meninggal masih tercatat sebagai penerima.
Camat Karangdowo, Tomisila Aditama mengatakan, memang benar ada laporan temuan tersebut.
• Pria 43 Tahun Asal Semarang Meninggal di Toilet SPBU Bolon Colomadu, Petugas Evakuasi Pakai APD
• Begini Kala Presiden Jokowi Rindu dengan Cucu Tapi Tak Bisa Bertemu, Obati Rindu Lewat Video Call
“Benar, saya mendapatkan laporan dari kades-kades di Kecamatan Karangdowo terkait adanya penerima BST yang tidak tepat sasaran, “ ungkap Tomi, Sabtu (9/5/2020).
Tomi mengatakan data yang dipakai untuk BST masih menggunakan data lama.
“Data hasil verifikasi dari kades, banyak yang tidak turun, justru yang turun berdasarkan data sebelumnya,” ujar Tomi.
Tomi mengaku belum mengetahui jumlah pastinya penerima BST yang tidak tepat sasaran.
“Data-data pasti jumlah penerima BST yang tidak tepat sasaran masih di tiap-tiap desa,“ kata Tomi.
Tomi mengatakan, ada beberapa kepala desa di Karangdowo yang melaporkan penerimaan BST ganda ke pihaknya.
“Ada beberapa Kades disini yang melaporkan ke saya jika ada warga yang menerima BST ganda,” jawab Tomi.
Tomi mengatakan kejadian ini tidak hanya terjadi di wilayahnya saja.
“Rata-rata disemua kecamatan ada penerima BST ganda, nggak hanya di Karangdowo,” tuturnya
Pihak Kecamatan Karangdowo masih belum berani memberikan sikap terkait adanya penerima BST ganda.
“Kami masih menunggu informasi dari Dinsos,” singkat Tomi. (*)