Virus Corona

Kabar dari Ilmuwan Laboratorium Wuhan: Diprediksi Bakal Muncul Varian Covid-19 yang Lebih Mematikan

Pernyataan itu timbul setelah klaim dari mutasi baru Covid-19 yang akan segera muncul bisa membunuh lebih dari sepertiga orang yang terinfeksi.

Editor: Hanang Yuwono
hearingreview
Ilustrasi virus corona. Diprediksi terus bemunculan varian baru Covid-19. 

TRIBUNSOLO.COM -- Para ilmuwan terus meneliti mutasi virus Covid-19 yang kini mewabah ke penjuru dunia.

Kabar mengejutkan pun datang dari ilmuwan China.

Mereka memperingatkan bakal segera munculnya varian Covid-19 yang lebih mematikan.

Baca juga: Stok Obat Covid-19 di Karanganyar Aman, Aparat Kejadi Ikut Awasi, Akui Tak Ditemukan Penimbunan

Baca juga: Kakak Beradik Asal Sukoharjo Jadi Yatim Piatu karena Covid-19, Bertekat Teruskan Warung Orangtuanya

Hal itu diungkapkan ahli virus yang berasal dari laboratorium Wuhan, Shi Zhengli.

Zhengli yang dijuluki twoman, karena sempat bekerja dengan kelelawar, merupakan salah satu peneliti top mengenai virus Corona.

Ia juga telah menemukan lusinan virus mirip SARS yang mematikan di gua kelelawar.

Kini, ia memperingatkan bahwa wabah varian Covid-19 yang lebih mematikan akan melanda dunia.

“Kasus penularan semakin terlalu besar, dan ini membuat novl virus Corona memiliki kesempatan bermutasi dan memilih,” ujarnya kepada Daily Post dikutip dari Mirror, Jumat (6/8/2021).

“Varian yang baru akan segera muncul,” tambah Zhengli.

Pernyataan itu timbul setelah klaim dari mutasi baru Covid-19 yang akan segera muncul bisa membunuh lebih dari sepertiga orang yang terinfeksi.

Dari dokumen yang diterbitkan oleh Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (SAGE) disebutkan jenis virus Corona baru di masa depan bisa sama mematikannya dengan MERS.

Pada salah satu skenarionya, virus tersebut bisa membunuh 35 persen dari orang-orang yang terinfeksi.

Kelompok itu memperingatkan mutasi tersebut kemngkinan besar terjadi ketika virus menyebar dengan luas.

Zhengli merupakan salah satu yang membantah klaim kemunculan virus Corona pertama kalinya karena ada kebocoran dari laboratorium di Wuhan pada awal tahun ini.

“Laboratorium saya tak pernah melakukan atau bekerja sama dalam melakukan eksperimen yang meningkatkan virulensi virus,” katanya kepada New York Post.

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved