Berita Klaten Terbaru

Merapi Berkali-kali Muntahkan Awan Panas, Pekerja Tambang Pasir Tampak Santai, Tak Panik Berlarian

Muntahan awan panas Gunung Merapi terlihat jelas di siang bolong, Sabtu (7/8/2021).

TribunSolo.com/@merapi_uncover
Penampakan erupsi Merapi di kawasan penambangan pasir di Sungai Bebeng, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Sabtu (7/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Iqbal Fathurrizky

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Muntahan awan panas Gunung Merapi terlihat jelas di siang bolong, Sabtu (7/8/2021).

Bahkan ada rekaman video Merapi memuntahkan awan panas ke udara yang terlihat jelas.

Di antaranya terekam di lokasi penambangan pasir di Sungai Bebeng, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Dalam video tersebut tampak penambang tak panik, alat berat masih saja menggali pasir.

Termasuk truk hilir mudik.

Baca juga: Kenapa Prabowo Subianto Tak Ikut Pasang Baliho? Pengamat : Tak Ada Gunanya, Semua Orang Sudah Kenal

Baca juga: Berkali-kali Merapi Keluarkan Awan Panas, Warga di Lereng Santai, Tetap Petik Tembakau & Cari Rumput

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida membenarkan ada aktivitas Merapi hari ini.

Muntahan awan panas tersebut mengarah ke arah barat daya tepatnya Sungai Bebeng Kaliurang Srumbung Magelang.

Awan Panas ini diperkirakan muntahannya sejauh 2 Km dari puncak.

“Betul, terjadi muntahan awan panas pada pukul 14.35 WIB ke arah Barat Daya tepatnya Sungai Bebeng, jaraknya sejauh 2 Km dari puncak,” kata kepada TribunSolo.com.

Beredar video yang memperlihatkan pekerja tambang tetap beraktifitas di saat merapi mengeluarkan awan panas siang tadi.

Menanggapi hal itu, Hanik mengaku sudah memberikan rekomendasi.

Jarak 5 Km ke arah Barat Daya yaitu Sungai Boyong, Bebeng, Krasak dan juga ke arah Tenggara yaitu Kali Gendol tidak ada aktifitas di daerah tersebut.

“Kami tidak berwenang akan pekerja tambang, tapi kami sudah memberikan rekomendasi titik yang dilarang adanya aktifitas penambangan,” jelas Hanik

Baca juga: Nasib Pilu Gadis Terapis Bekam, Pamit Orangtua Lalu Ditemukan Tewas, Terkubur Setengah Badannya

Baca juga: Merapi Bergemuruh Kembali, Musuk Boyolali Diguyur Hujan Abu Vulkanik, Tapi Warga Tak Pergi Mengungsi

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved