Berita Sragen Terbaru
Grub Arisan Online Dilaporkan ke Polres Sragen, Disebut Anggotanya Orang-orang Elit
Grub arisan online bernama Aleghoz, dilaporkan anggotanya sendiri ke Mapolres Sragen, Senin (18/8/2021).
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Agil Trisetiawan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Grub arisan online bernama Aleghoz, dilaporkan anggotanya sendiri ke Mapolres Sragen, Senin (18/8/2021).
Diduga, inisiator grub arisan Aleghoz DH (26), melakukan penggelapan uang nasabahnya.
Menurut salah satu anggota grub, sekaligus pelapor Etik Purwanti (32), ada sejumlah alasan, kenapa dia mau bergabung dalam grub arisan online itu.
Alasan pertama, Etik termakan bujuk rayu DH, yang terus mengajaknya bergabung kedalam grub arisan.
Baca juga: Penggelapan Arisan Online Terjadi Lagi, Kini Puluhan Warga Sragen Tertipu Ratusan Juta
Selain itu, DH datang langsung ke rumah Etik, dan untuk lebih meyakinkan diperlihatkan daftar anggota grup, yang berisi pegawai negeri hingga aparat.
"Saya lebih yakinnya ya itu, karena isi grupnya ada PNS, polisi, pegawai bank, dan kebetulan memang ada yang saya kenal," jelasnya.
Ditambah, arisan tersebut sudah berjalan cukup lamaa
"Saya tanya ke kenalan saya, ya arisan itu sudah berjalan lama, sejak 2019, dan tidak terjadi apa-apa, makanya saya yakin untuk ikut arisan tersebut," pungkasnya.
Kronologi
Dugaan penggelapan arisan online, kembali terjadi di Kabupaten Sragen.
Kali ini, korban pelapornya bernama Etik Purwanti (32), yang melaporkan arisan online Aleghoz, yang diinisiasi oleh DH (26).
Menurut Etik, ada sekitar 20 orang anggota arisan yang menjadi korban penipuan ini.
Kasus dugaan penggelapan ini mulai terhendus pada tanggal 15 Juli 2021 lalu.
Etik menuturkan, jika pada tanggal 15 Juli 2021 itu, seharusnya sudah ada pencairan uang arisan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/uang_20160830_163716.jpg)