CPNS Solo Raya 2021
Cara Mengisi Kartu Deklarasi Sehat untuk Syarat Mengikuti SKD CPNS 2021, Simak Daftar Pertanyaannya
Kartu Deklarasi Sehat menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi pelamar CPNS 2021 untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
TRIBUNSOLO.COM - Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2021 belum juga diumumkan.
Plt Kepala BKN Bima Haria Wibisana menargetkan rangkaian seleksi CASN 2021, mulai dari SKD dan SKB bagi CPNS serta Seleksi Kompetensi bagi PPPK dapat rampung paling lambat 15 Desember 2021.
Baca juga: Latihan Soal SKD TWK Nasionalisme Lengkap dengan Kunci Jawaban, untuk Persiapan CPNS Solo 2021
Namun menurutnya realisasi tersebut tentu menyesuaikan tren kondisi pandemi terhadap proses pelaksanaan seleksi di lapangan.
Hal itu juga mempengaruhi jumlah sesi pelaksanaan seleksi CAT di Tilok.
“Karena perkembangan pandemi saat ini, BKN merencanakan penerapan 3 (tiga) sesi per hari dari jumlah normal 5 (lima) sesi untuk mengurangi penumpukan. Nanti kita lihat di lapangan apakah berkurang atau tidak tergantung situasi,” imbuhnya.
Bima juga mengingatkan Panitia Seleksi yang akan ditugaskan agar memastikan setiap Tilok memenuhi standar protokol kesehatan, termasuk berkonsolidasi dengan Satgas Covid-19 di masing-masing wilayah Tilok mengingat status zonasi kasus Covid berbeda-beda antar-wilayah.
Sebelum mengikuti tes SKD perlu ada yang harus diketahui para peserta.
Dilansir dari Kompas.com, Kartu Deklarasi Sehat menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi pelamar CPNS 2021 untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Formulir ini dapat ditemukan pada akun SSCASN masing-masing pelamar yang telah lolos seleksi administrasi.
Baca juga: Contoh Soal SKD CPNS 2021 TWK Pilar Negara, Dilengkapi Kunci Jawaban
Lantas, apa itu Kartu Deklarasi Sehat?
Kartu Deklarasi Sehat adalah formulir yang memuat pertanyaan seputar kesehatan pelamar yang wajib diisi peserta seleski CPNS 2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19 di saat pelaksanaan ujian SKD.
Penerapan kartu tersebut pada seleksi CPNS tahun ini dilakukan berdasarkan hasil keputusan rapat antara Pusat Pengembangan Sistem Seleksi (PPSS) BKN dengan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes).
"Isian itu wajib untuk mengetahui peserta apakah mengalami gejala atau terkonfirmasi Covid-19 sehingga dapat dipisahkan ruang ujiannya," ujar Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN Satya Pratama saat dikonfirmasi Kompas.com pada Selasa, (17/8/2021).
Saat ini, formulir tersebut sudah bisa diisi oleh pelamar.
Namun, Satya menyarankan agar survei tersebut diisi pada H-1 sebelum ujian SKD dilaksanakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/penjelasan-tentang-masa-sanggah-cpns-2021-cara-mengajukan-dan-waktunya.jpg)