Berita Klaten Terbaru
Segarnya Minuman Dawet Bayat Asli Klaten, Harga Murah Rp 3 Ribu Per Mangkuk
esegaran dawet bayat asli Klaten tidak perlu diragukan lagi. Racikan santan, cendol, dan gula aren tersebut segar bertemu di mulut.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Salah satu kuliner yang hits di Karanganyar adalah Es Dawet Ungu Ketela.
Kuliner Es Dawet Ungu Ketelah ini dirintis oleh pasangan suami istri bernama Surono dan Mulyani.
Mereka sudah menekuni usaha dawet ungu ini sejak empat tahun lalu.
• Daftar Harga Kamar Nava Hotel Tawangmangu 2019, 500 Ribu Sampai 1 Juta
Es dawet yang di tawarkannya berbeda dari yang lainnya, dengan sentuhan ketela ungu yang membuat Es Dawet ini unik.
Jika biasanya cendol atau dawet hanya terbuat dari tepung beras, cendol ungu milik Surono ini terbuat dari ketela ungu yang sudah di haluskan lalu di campur dengan tepung.
Es Dawet Ungu ini tetap menyampurkan dawet, santan, gula jawa sebagai pemanis dan tambahan lainnya seperti jelly atau agar-agar, dan mutiara.
"Saya membuat dawet ungu ini karena di daerah kami di Tawangmangu banyak tersedia ketela ungu," terangnya pada Tribunsolo.com.
Es Dawet Ungu Ketela ini dijajakan setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB.
• Macan Tutul Tangkapan Warga Tawangmangu Mati, TSTJ: Kami Lab-kan dan Cari Penyebab Kematiannya
Saat ditanya kenapa hanya jualan sampai pukul 12.00 WIB, Surono mengaku es dawetnya sudah habis dibeli.
Lokasinya di pojok Pasar Tegalgede, Kecamatan Karanganyar.
"Dulu harganya cuma Rp 2.000 semenjak tahun lalu saya naikkan jadi Rp 3.000," imbuhnya, Senin (5/8/2019).
Dalam sehari Surono mampu menjual sekitar 250 mangkuk atau porsi Es Dawet Ungu ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ardianto-39-pedagang-dawet.jpg)