Kisah Keluarga di Gunungkidul Tinggal di Kandang Sapi: Rumah Dijual Gara-gara Jeratan Rentenir

Pria ini awalnya bekerja sebagai tukang sablon, sedangkan istrinya menjadi pedagang sayur. Kehidupan bisa dibilang mapan saat itu.

Editor: Hanang Yuwono
Istimewa
Ngadiono beserta Sumini di depan bangunan kandang yang kini mereka jadikan sebagai rumah. 

TRIBUNSOLO.COM -- Pengalaman hidup memilukan harus dialami Ngadiono (52).

Ia terpaksa menjalani hidup prihatin bersama istri dan 3 anaknya.

Baca juga: Viral Video Maling di Bangkalan Diseret dan Dipukuli Warga, Sempat Sembunyi di Kandang Sapi

Baca juga: Viral Foto Prewedding di Kandang Bebek dan Sapi, Sang Fotografer Ungkap Kisah Menarik di Baliknya

Dirinya bersama anak istri menetap di sebuah kandang yang berada di Pedukuhan Kedungranti, Kelurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul.

Berikut fakta-faktanya :

1. Berbagi tempat dengan kambing dan sapi

Mereka sekeluarga pun harus "berbagi" tempat dengan sapi dan kambing yang menempati kandang tersebut.

Adapun bangunan kandang berada di tepi Sungai Oya.

2. Gegara punya utang rentenir 

Ngadiono menuturkan, dulunya ia memiliki rumah sendiri.

Pria ini awalnya bekerja sebagai tukang sablon, sedangkan istrinya menjadi pedagang sayur.

Keberadaan utang jadi bibit awal permasalahan yang dialami keluarganya.

"Karena operasionalnya kurang bagus, saya sekeluarga terjerat utang rentenir sampai puluhan juta, belum lagi utang dari bank," tuturnya ditemui wartawan pada Selasa (31/08/2021) lalu.

Akibatnya, Ngadiono harus rela kehilangan rumah yang sempat rusak akibat gempa bumi 2006 tersebut.

Rumah yang kembali dibangun dengan bantuan donatur beserta tanahnya itu dijual ke adik kandungnya sendiri.

3. Merantau ke Pulau Bangka

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved