Berita Solo Terbaru

Datangi Rusunawa Semanggi Solo, Menko PMK Muhadjir & Gibran Dikejar Warga : Tolong Bantu Kami

Menko PMK Muhadjir Efendi melakukan inspeksi ke Rusunawa Semanggi di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Kamis (2/9/2021).

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Muhammad Irfan
Menko PMK Muhadjir Effendi melakukan inspeksi ke Rusunawa Semanggi di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Kamis (2/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menko PMK Muhadjir Effendi melakukan inspeksi ke Rusunawa Semanggi di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Kamis (2/9/2021).

Dalam inspeksi itu, Muhadjir mendukung kebijakan Gibran untuk merobohkan Rusunawa Semanggi yang dibangun Jokowi saat jadi Wali Kota Solo.

Terlebih Rusunawa yang dibangun 2009 itu, kondisinya sudah rusak.

"Sudah sangat tidak layak karena sudah ada yang keropos," katanya kepada TribunSolo.com.

Muhadjir menuturkan bahwa pemerintah pusat menyerahkan sepenuhnya mengenai kebijakan perobohan itu kepada Gibran selaku Wali Kota Solo.

Baca juga: Beredar Video Amatir Detik-detik Coki Pardede Ditangkap, Panik saat Tepergok Lakukan Ini di Kamar

Baca juga: Viral Netizen Tuding Pasutri Bawa Anak Curi Motor di Pasar Kliwon, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

"Kebijakan sangat bagus, saya dukung," ucapnya.

Dalam kesempatan itu Muhadjir bersama Gibran dan sejumlah pejabat dari berbagai lembaga kementerian juga melakukan inspeksi di sejumlah sudut Rusunawa Semanggi.

Muhadjir secara langsung juga ikut melakukan aksi bagi-bagi masker terutama anak-anak.

Para warga yang menyaksikan kunjungan itu berharap uang ganti sewa yang dijanjikan oleh Pemkot sebelumnya segera dicairkan.

Seperti ditekankan Ketua RT 06 RW 02, Rusunawa Semanggi, Sunarto.

"Keputusan kompensasi itu sudah ditunggu-tunggu, tapi ternyata masih dimusyawarahkan, dan ini hubungannya dengan proses pemindahan barang kami dari tempat lama ke tempat baru," terangnya.

Warga menurut dia hanya bisa pasrah mengenai rencana pembongkaran yang akan dilakukan pemerintah tahun depan.

Meskipun mereka merasa bahwa Rusunawa yang dihuni saat ini masih layak dan belum rusak.

"Warga di sini melihat masih bagus, namun ternyata setelah diuji ternyata tidak layak, ya mau bagaimana lagi," jelasnya.

Selain itu pihak warga juga meminta agar uang kompensasi diberikan dalam jumlah yang sesuai dikarenakan harga sewa rumah saat ini sudah melambung tinggi.

"Kami sudah survei dan ternyata harganya mahal-mahal, dari wilayah pinggiran hingga luar Solo, semuanya mahal," ujarnya.

Baca juga: Daftar Exit Tol Solo-Jogja yang Berada di Klaten : Dibangun dari Kecamatan Ceper hingga Manisrenggo

Baca juga: Pegawai KPI Mengaku Korban Pelecehan Seksual: Terduga Pelaku Masih Aktif Bekerja, Belum Ada Sanksi

"Karena tidak mudah untuk mencari hunian yang biasanya tidak sampai Rp 500 ribu kini bisa lebih dari Rp 1 juta," ucapnya.

Bahkan warga mengejar Menko Muhadjir yang saat itu ditemani oleh Gibran untuk mencurahkan isi hatinya.

"Tolong bantu kami, saya doakan semoga pemerintahan Mas Gibran bisa berjalan dan dijaga oleh Gusti Allah," kata seorang ibu di hadapan Muhadjir dan Gibran.

Selain itu muncul seorang pria yang juga menyuarakan bahwa di kawasan itu ada sejumlah janda yang harus mendapatkan perhatian karena hanya tinggal seorang diri.

"Di sini ada 15 janda, yang butuh perhatian, saya hafal karena saya juga termasuk pengurus di sini," ungkapnya.

Penghuni Dipanggil

Pemkot Solo memanggil perwakilan penghuni Rusunawa Semanggi di Kecamatan Pasar Kliwon yang akan dirobohkan karena dinilai sudah tua.

Perwakilan tersebut langsung bertemu Wali Kota Gibran Solo, Rakabuming Raka di Kantor Balai Kota pada Selasa (24/8/2021).

Perwakilan warga, Sunarto, menjelaskan bahwa pertemuan itu berisi pembahasan mengenai hak-hak yang akan diberikan kepada penyewa.

Mengingat selama dibongkar dan renovasi rusunawa itu, penyewa harus angkat kaki dulu.

Baca juga: Pilunya Siswi SMP di Karanganyar, Selama Pembelajaran Online Malah Mengandung, Kini Melahirkan Bayi

Baca juga: Alasan Gibran Robohkan Rusunawa Semanggi : Sudah 10 Tahun dan Tak Layak, Bahkan Plafon Kamar Jebol

"Jika nanti sudah mulai masa pengosongan, warga akan mendapatkan biaya ganti kompensasi sewa rumah," katanya kepada TribunSolo.com.

"Setelah masa pembongkaran, warga akan kembali ke rusunawanya masing-masing," ujarnya.

Sunarto yang juga Ketua RT 06/ RW 02, Kelurahan Mojo tersebut tidak pernah mengeluhkan perihal kondisi bangunan.

Namun karena sudah diaudit oleh pemerintah dirinya hanya bisa pasrah.

"Cuma karena semuanya sudah diaudit secara teknis dan disesuaikan dengan kajian kami harap agar nanti bangunannya bisa lebih baik," ungkapnya.

"Semoga tidak dianggap kumuh lagi seperti sekarang," harapnya.

Meski telah bertemu dengan Gibran, Sunarto dan warganya masih belum mendapatkan kejelasan mengenai nominal ganti sewa dan kapan akan diberikan.

"Belum ada masih ada rapat-rapat selanjutnya," jelasnya.

Hingga saat ini ada sekitar 195 Kepala Keluarga yang bergantung kepada kebijakan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka dalam pemindahan rusunawa tersebut.

Namun Gibran menekankan, pihaknya berkomitmen menjaga warganya.

"Kami berkomitmen warga akan bisa kembali ke rusunawa jika dua blok itu sudah terpenuhi dan diperbaharui" jelas dia.

"Tidak ada yang kami telantarkan," katanya menekankan.

Sudah Tua Banyak yang Rusak

Sebanyak 200 Kepala Keluarga yang menghuni Rusunawa Semanggi kini akan segera dipindahkan sementara ke area hunian lainnya.

Pasalnya tempat tinggal mereka saat ini di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon tersebut bakal direnovasi.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menuturkan bahwa pihaknya akan merobohkan rumah susun tersebut karena sudah tidak layak huni.

"Saya rapatkan dengan Dinas Perkim (Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan) Solo terkait perobohan," katanya kepada TribunSolo.com, Jum'at (20/8/2021).

Baca juga: Persis Solo : Tunggakan Gaji Rp 2 Miliar, Vijaya Fitriyasa, & Ancaman Larangan Transfer

Baca juga: Ada Pabrik Garmen di Rutan Kelas 1A Solo, Tak Main-main, Sebulan Dapat Ribuan Pesanan Goodie Bag

Dirinya menegaskan kondisi Rusunawa Semanggi saat ini sudah tidak layak huni, dan dikhawatirkan akan terjadi kerusakan bila saat ada insiden nanti.

"Dikhawatirkan nanti ada gempa dapat menimbulkan sesuatu," ujarnya.

Kekhawatiran Gibran timbul akibat usia Rusunawa Semanggi yang sudah lebih dari satu dekade.

"Bangunan Rusunawa sudah lebih dari 10 tahun," jelasnya.

Gibran juga menyampaikan telah melakukan audit terhadap Rusunawa Semanggi sebelum melakukan perencanaan perobohan.

"Saya sendiri melihat ada plafon kamar yang jebol, dan kita bangun yang lebih layak," imbuhnya.

Adapun warga yang direlokasi tak perlu khawatir karena nanti setelah proses pembangunan Rusunawa selasai, maka warga bisa menghuni kembali tempatnya.

"Tidak perlu khawatir setelah rusunawa selesai dibangun bisa kembali ke tempat semula," ucapnya.

Meninggal di Rusun

Seorang pria bernama Nurjayanto (49) ditemukan meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri di Rusunawa Blok B No.04, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (5/1/2021). 

Meninggalnya warga Perum Telukan RT 01 RW 05 Kelurahan Telukan Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo itu terungkap ketika anak korban hendak menjenguk. 

Anak korban datang sekitar pukul 10.45 WIB dan melihat korban dalam keadaan kaku. 

Melihat kondisi itu, anak korban berteriak dan meminta tolong pada warga untuk melihat keadaan ayahnya itu. 

"Kemudian Kejadian itu dilaporkan pada bidan Desa Joho dan Polsek Sukoharjo Kota," jelas Kapolsek Sukoharjo Kota, AKP Gerry Armando.

Baca juga: Kondisi Chacha Sherly Eks Trio Macan Sebelum Meninggal Dunia, Tak Sadar Diri Usai Alami Kecelakaan

Baca juga: Di Tengah Pilkada Klaten 2020, Covid-19 Melonjak, Sehari Tambah 97 Kasus & 3 Pasien Meninggal Dunia

Gerry mengatakan korban sebenarnya sudah negatif Covid-19.

Hanya saja setelah sembuh diminta melakukan isolasi mandiri mulai 30 Desember 2020 sampai 14 Januari 2021. 

"Korban sudah dinyatakan negatif Covid-19 cuman diminta untuk tetap isolasi mandiri," kata dia.

Namun, pada Selasa (5/1/2021), korban ditemukan meninggal dunia. 

Sementara itu, riwayat sakit yakni korban mempunyai riwayat sakit jantung dan sempat dirawat di RSUD Ir. Soekarno.

Baca juga: Identitas Mayat Perempuan di Sungai Bengawan Solo Buram, Ciri-Ciri : Pakai Baju Batik & Rok Putih

Baca juga: Tak Hanya Januari, Ternyata Desember Ada 3 Tenaga Kesehatan Solo Meninggal, Akibat Terpapar Covid-19

"Keterangan dari dokter Puskesmas, korban sudah dinyatakan negatif Covid-19," jelas dia.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan juga tidak ada tanda kekerasan. 

"Hasil temuan kami tidak ada tanda kekerasan," papar dia. 

"Saksi yang kami Periksa juga selama sehari-hari korban terlihat sehat," katanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved