Berita Solo Terbaru

PPKM Level 3, Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Dr Moewardi Solo Turun Drastis: Tersisa 10 Persen

Di masa PPKM Level 3 saat ini, pasien Covid-19 di Rumah Sakit Dr Moewardi (RSDM) kini semakin lengang.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Ryantono
Gedung dr Moewardi terlihat megah dari sisi atas. 

"Masih digunakan sebagai area vaksinasi hingga akhir Agustus dan setelah itu perlahan baru pindah kesana," jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, Pemkot Solo saat ini masih memfungsikan 7 sekolah sebagai area isolasi terpusat Covid-19.

Sekolah tersebut antara lain SMPN 8, SMPN 25, SDN Cemara 2, SMPN 6, SDN Panularan, SDN Cengklik, dan SMPN 15.

Adapun Solo Techno Park juga sudah tidak difungsikan sebagai area karantina dan mulai digunakan sebagai tempat ekosistem start up bagi anak muda.

"Lokasinya yang strategis dekat UNS dan ISI tentu baik untuk anak muda dan pemulihan ekonomi," terangnya.

Parkirkan Mobil di SMK

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menerima surat permintaan maaf dari SMK Batik 2 Surakarta.

Hal ini karena SMK Batik 2 Surakarta bakal menggelar tatap muka di tengah pandemi.

Meski demikian Gibran belum ada hasrat untuk mengambil mobilnya yang hingga kini masih diparkir depan SMK Batik 2 Surakarta tersebut.

"Belum tahu kapan akan diambil," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Kalimat Marahnya Gibran ke SMK Batik 2 Solo : Mau Gelar Sekolah Tatap Muka Tapi Belum Izin

Baca juga: Alasan Gibran Parkirkan Mobil Dinas di Depan SMK Batik 2 Surakarta, Ternyata Ini Penyebabnya

Lebih lanjut Gibran menjelaskan, bahwa sekolah itu menyampaikan permohonan maaf karena ketahuan melanggar aturan PPKM Level 4 di Kota Solo.

"Surat itu ada karena ketahuan, tidak tahu juga kalau mereka tidak ketahuan," ungkapnya.

Demi antisipasi agar hal serupa tidak terjadi lagi, Gibran menginstruksikan jajarannya untuk mengawasi sekolah-sekolah agar tidak nekat melakukan PTM.

"Antisipasi tadi saya tegaskan kepada Dinas Pendidikan, lurah dan perangkat lainnya, sekolah harus dicek satu persatu," ujarnya.

Gibran tak menampik saat ditanyakan mengenai adanya sekolah lain yang juga melanggar dengan nekat membuka PTM meski dilarang.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved