Di Balik Tewasnya 44 Napi Lapas Tangerang, Sejak 1972 Instalasi Listrik Belum Pernah Ada Perbaikan
Kini total korban tewas akibat kebakaran Lapas Kelas I Tangerang menjadi 44 orang, Kamis (9/9/2021).
TRIBUNSOLO.COM - Kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang menyita perhatian publik.
Kini total korban tewas akibat kebakaran Lapas Kelas I Tangerang menjadi 44 orang, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Cincin Tunangan Jadi Petunjuk Identitas Hengky Korban Kebakaran Lapas, Rencana Menikah Kandas
Dilansir dari TribunNews, sementara untuk warga binaan lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Diketahui, terdapat 10 orang yang menjadi korban luka berat yang dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang.
"Sementara warga binaan lainnya masih dalam perawatan," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti dalam siaran pers.
Di balik kejadian ini ternyata ada sebuah hal yang menjadi perhatian pemerintah soal penyebab kebakaran.
Korsleting listrik diduga menjadi penyebab kebakaran yang terjadi pada Rabu dini hari itu.
Belum pernah adanya perbaikan instalasi listrik
Sejak dibangun pada 1972, Lapas Kelas I Tangerang belum pernah mengalami perbaikan instalasi listrik.
Hal itu diungkapkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yasonna Laoly, pasca-insiden kebakaran maut yang merenggut 42 nyawa narapidana di lapas tersebut
Sehingga, rumah tahanan itu sudah berumur hampir setengah abad.
"Sejak itu (1972), kita tidak memperbaiki instalasi listriknya."
"Ada penambahan daya, tetapi instalasi listriknya masih tetap," Yasonna saat konferensi pers soal kejadian kebakaran di Lapas Kelas Tangerang I, Rabu (8/9/2021).
Baca juga: Nasib Saipul Jamil Setelah Ramai Petisi Boikot, Ia Sampai Minta Bantuan Hotman Paris
Dugaan Penyebab
Sementara itu hubungan pendek arus listrik atau korsleting listrik menjadi dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran di Lapas Klas I Tangerang, Rabu (8/9/2021) dini hari.
Hal itu diungkapkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran.
"Tadi saya sudah lihat di TKP, patut diduga karena hubungan pendek arus listrik," ungkap Fadil dalam konferensi pers di TKP, Rabu pagi, dikutip dari tayangan Kompas TV.
Meski demikian, Fadil menyebut pihak kepolisian masih bekerja keras untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
Fadil menyebut api mulai berkobar pada pukul 01.45 WIB, dan berhasil dipadamkan sekira pukul 03.00 WIB.
"Kebakaran hampir dua jam lebih," ungkap Fadil.
Fadil menyatakan situasi Lapas Kelas I Tangerang saat ini terkendali.
Saat ini olah TKP sudah dilakukan pihak kepolisian.
"Langkah selanjutnya melakukan penyidikan sebab terjadinya kebakaran," ungkapnya.
Baca juga: Jangan Kecele! Kini Naik KRL Solo-Jogja Wajib Menunjukkan Sertifikat Vaksin, Minimal Dosis Pertama
Terjadi di Lapas Napi Narkoba
Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, menyebut lokasi kebakaran disebut terjadi di blok C.
Warga binaan yang menghuni blok C diketahui merupakan narapidana kasus narkoba.
"Kami melakukan evakuasi di blok C2, yang lebih penting kami menjaga agar tetap kondusif," ungkap Rika dikutip dari telewicara bersama Kompas TV, Rabu pagi.
Data sementara hingga saat ini sebanyak 8 orang luka berat, 31 luka ringan, dan 41 orang tewas.
Korban luka ringan dirawat di Klinik Lapas Kelas I Tangerang.
Sementara itu penyebab kebakaran masih diselidiki.
Kondisi api saat ini dilaporkan sudah berhasil dipadamkan.
(Tribunnews.com/Gilang Putranto/Shella Latifa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/lembaga-pemasyarakatan-lapas-kelas-i-tangerang-banten-terbakar-pada-rabu-892021-dini-hari.jpg)