Berita Solo Terbaru
Terpopuler Solo Hari Ini: Kebakaran Hebat di Mojosongo Hingga Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu
Rangkuman berita terpopuler di wilayah Solo Raya pada Kamis (9/9/2021). Mulai dari kebakaran hebat di Mojosongo hingga Bengawan Solo tercemar ciu.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Berikut 4 berita terpopuler yang terjadi di wilayah Solo Raya, Kamis (9/9/2021) :
1. Kebakaran Hebat Mojosongo
Sebuah gudang kayu di kawasan Mojosongo, Jebres, Solo terbakar, Kamis (9/9/2021).
Pantauan di lapangan, api dengan mudah menghanguskan semua isi gudang berupa kayu.
Terlihat, petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan karena angin di kawasan ini cukup besar.
Baca juga: Kesaksian Penjaga Pabrik & Gudang Mojosongo Solo, Kebakaran Besar dari Percikan Api di Gudang
Warga sekitar Eko (44) mengatakan, kejadian pertama kali sekitar pukul 15.30 WIB, Kamis (9/9/2021) api muncul.
"Dikira bakar sampah, ternyata membesar," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (9/9/2021).
Sekitar pukul 17.45 WIB, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran dibantu BPBD Solo, dan relawan memadamkan api.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Mojosongo Solo: Api Membesar Cepat, Pemadam Kesulitan Jangkau Pusat Api
Eko mengatakan, saat api membesar sempat terdengar dua kali ledakan.
"Api membesar ada ledakan 2 kali, kalau itu ledakan apa juga kurang tau," ujarnya.
2. Bengawan Solo Tercemar Ciu
Sungai Bengawan Solo tidak hanya dicemari oleh limbah ciu atau alkohol.
Namun, ternyata limbah tekstil batik di Kota Solo juga menyumbang pencemaran Sungai Bengawan Solo.
Pencemaran ini berdampak pada banyak hal, satu di antaranya adalah pengolahan air di Pos Semanggi, Pasar Kliwon, yang sempat dihentikan untuk sementara pada Selasa (7/9/2021).
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, pencemaran di sungai Bengawan Solo tidak hanya oleh limbah ciu saja, namun ada limbah lainnya.
"Ada beberapa tekstil dan batik juga ikut menyumbang," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Jawaban Pemkab Sukoharjo Soal Pencemaran Sungai Bengawan Solo, Banyak UMKM yang Buang Limbah
Gibran menyebutkan, mayoritas usaha kecil yang berada di Laweyan dan Kauman yang terindikasi melakukan pencemaran tersebut.
"Sebenarnya ada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tapi tidak digunakan," ungkapnya.
Untuk itu Wali Kota Solo bakal melakukan penyelidikan terkait IPAL Komunal yang tidak dipergunakan itu.
"Coba nanti akan dikumpulkan masyarakat setempat, untuk menanggulangi masalah ini," ujarnya.
Gibran juga akan mengajak seluruh kepada daerah di Solo Raya untuk menyangga kebersihan sungai Bengawan Solo.
"Yang namanya kebersihan sungai, tidak bisa hanya Solo saja, harus melibatkan kabupaten sekitar untuk penanganan ini," ujarnya.
Terkait koordinasi dengan Provinsi Jawa Tengah, Gibran mengaku masih melakukan pelaporan terlebih dulu.
3. Polisi Datangi ATM Bank Jateng
Polres Klaten masih menyelidiki kasus pembobolan ATM Bank Jateng di Samsat Klaten dengan cara atau tindakan pencurian dengan menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu secara illegal.
Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriyansyah Rihats Hasibuan mengatakan, saat ini pelaku pembobolan ATM Bank Jateng tersebut masih dalam pengejaran.
"Pelaku (pembobolan ATM Bank Jateng dengan Skimming) masih dalam pengejaran," kata Andriyansyah, Kamis (9/9/2021).
Kemudian Andriyansyah mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, salah satunya dengan menerjunkan tim Inafis Polres Klaten untuk kembali melakukan olah TKP di lokasi kejadian, Kamis (9/9/2021) pagi.
Baca juga: Dicari : Pembobol ATM Nasabah Bank Jateng Klaten, Kini Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Olah TKP
"Kasus ini masih dalam penyelidikan dan kedatangan Tim Inafis tadi pagi ke TKP melengkapi kekurangan dari olah TKP kemarin," ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan TribunSolo.com, di ATM Samsat Klaten, Tim Inafis Polres Klaten tiba pukul 09.40 WIB.
Terlihat dua anggota Polres Klaten sedang melanjutkan olah TKP sebelumnya.
Nampak disana ada perwakilan dari Bank Jateng yang menemani dalam lanjutan olah TKP.
Terlihat satu petugas membawa tanda bertuliskan indentifikasi.
Selain itu ada salah satu petugas yang membawa kamera untuk pemotretan barang bukti.
Baca juga: Nasib Mesin ATM Bank Jateng di Samsat Klaten Kini Sepi, Imbas Raibnya Uang Miliaran Milik Nasabah
Kemudian nampak polisi itu berkomunikasi dengan pihak perwakilan Bank Jateng.
Terakhir, para polisi itu mengamankan salah satu bagian dari mesin ATM dan menempatkan ke dalam sebuah plastik.
Tim Inafis Polres Klaten meninggalkan TKP sekitar pukul 10.25 WIB.
4. Benang Layangan Lukai driver ojol
Seorang driver ojek online (Ojol) menjadi korban benang layang-layang, di jalan Sandang Lawe, Kecamatan Boyolali Kota, Kamis (9/9/2021).
Akibatnya dia menderita luka sobekan yang cukup dalam pada bagian lekukan tulang hidung di antara kedua mata.
Musibah yang menimpa Driver Ojol yang berinisial LS (42) terjadi sekira pukul 13.00 WIB.
Saat itu dia baru saja mengantarkan pelanggan dan hendak kembali ke pangkalan.
Saat melintasi dari timur ke barat jalan tersebut, dia tidak mengetahui di depannya melintang seutas benang layang-layang.
Baca juga: Driver Ojol yang Terluka karena Benang Layang-layang di Boyolali Dapat 8 Jahitan
Korban yang tak melihat benang tersebut, langsung tersayat di bagian tulang hidung di antara kedua mata.
Beruntung sebelum benang layang-layang itu menambah dalamnya luka, tangan kiri korban langsung sigap memegang benang itu.
"Korban kemudian terjatuh. Karena tangan kirinya juga luka terkena baretan benang," ucap Dibyo (37) sesama Driver Ojol.
"Untung pakai helm. Jika tidak, bisa mengenai mata pengendara," katanya.
Dia mengaku begitu mendengar kabar temannya celaka langsung menuju lokasi kejadian.
Bersama beberapa orang driver lain, korban langsung dibawa ke PKU Aisyiah Singkil Boyolali yang tak jauh dari lokasi kejadian.
Korban kemudian diberikan tindakan oleh petugas medis rumah sakit tersebut.
"Dijahit. Lukanya itu dalam ko mas," ujarnya.
Dengan kejadian ini dia berharap masyarakat lebih berhati-hati lagi dalam memainkan Layang-layang.
Baca juga: Benang Layang-layang Makan Korban di Boyolali, Driver Ojol Terluka di Hidung: Sobek Cukup Dalam
"Ini baru pertama. Semoga kedepan tidak ada lagi korban. Baik untuk driver ojek atau pengendara yang lain," tambahnya.
Sementara itu, Parmin, warga sekitar lokasi kejadian mengaku kejadiannya begitu cepat.
"Tau-tau terdengar suara yang cukup keras," ujarnya.Diapun tak mengetahui dari mana benang itu berasal.
Pasalnya warga sekitar tidak ada yang memainkan Layang-layang.
"Bisa jadi dari sebelah selatan sana. Benang itu ada sejak kapan saya juga kurang paham," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kawasan-mojosongo-kebakaran.jpg)