Kenapa Vaksin Johnson & Johnson Hanya Perlu Satu Kali Suntikan? Ini Penjelasannya

Saat ini vaksin adalah barang yang penting bagi masyarakat, bukan hanya untuk kesehatan.Indonesia sendiri banyak mendapatkan vaksin beragam jenisnya.

TribunSolo.com
Ilustrasi Vaksin Covid-19. Cek jadwal vaksinasi terdekat di Kota Solo. 

TRIBUNSOLO.COM - Saat ini vaksin adalah barang yang penting bagi masyarakat, bukan hanya untuk kesehatan.

Namun, vaksinasi menjadi syarat untuk masyarakat melakukan aktivitas di tempat publik seperti mal dan lain sebagainya. 

Indonesia sendiri banyak mendapatkan vaksin beragam jenisnya.

Baca juga: Jokowi Bakal Tinjau Vaksinasi di SMAN 1 Kartasura, Polisi Siapkan Skenario Pengalihan Arus

Baca juga: Jadwal Vaksin Hewan di Sukoharjo : Masih Gratis hingga Akhir September, Bisa Kucing hingga Monyet

Ragam vaksin Covid-19 yang digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia kini bertambah dengan kehadiran vaksin Johnson & Johnson.

Diberitakan Kompas.com, Sabtu (11/9/2021) sebanyak 500.000 dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson atau Janssen dalam bentuk jadi telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Sebanyak 500.000 dosis vaksin Janssen itu merupakan pasokan pertama dari bagian kerja sama dengan Belanda.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin Johnson & Johnson akan diperuntukkan bagi masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas.

"Iya. Ditujukan untuk masyarakat umum usia 18 tahun ke atas," kata Nadia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbeda dengan vaksin Covid-19 lain yang harus diberikan melalui dua kali penyuntikan, vaksin Janssen merupakan vaksin tunggal atau hanya butuh sekali suntikan saja.

Dosis tunggal sebanyak 0,5 ml vaksin Janssen diberikan melalui suntikan intramuscular.

Vaksin Johnson & Johnson dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutical Companies.

Vaksin ini menggunakan platform non-replicating viral vector atau menggunakan vektor adenovirus.

Dokter patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tonang Dwi Ardyanto, memberikan penjelasan tentang alasan vaksin Janssen hanya perlu satu kali suntikan.

Penjelasan itu ia unggah di laman Facebook pribadinya pada Jumat (10/9/2021).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved