Berita Boyolali Terbaru

Perajin di Boyolali Banting Setir Jualan Sambal dan Peyek Cabai: Omzet Capai Belasan Juta

Keterpurukan membuat Erna Dyah Wilujeng warga Boyolali makin kreatif. Sebab, usahanya membuat bantal, guling dan dekorasi ruangan terjun bebas. 

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Erna Dyah Wilujeng. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Keterpurukan membuat Erna Dyah Wilujeng warga Boyolali makin kreatif. 

Sebab, usahanya membuat bantal, guling dan dekorasi ruangan terjun bebas. 

Macetnya usaha itu, membuat Erna mendapatkan ide baru.

Baca juga: Perajin Pandai Besi di Klaten Menangis saat Bertemu Presiden Jokowi, Ternyata karena Namanya Sama

Baca juga: Potret Kesedihan Perajin Tembaga Tumang Boyolali : Harga Bahan Baku Meroket, Banyak Pesanan Ditunda

Warga yang tinggal di jalan Perintis Kemerdekaan itu memilih banting setir berjualan sambal dan peyek cabai. 

Dia berjualan secara online.

Ide awal pembuatan sambal ini berasal dari salah satu saudaranya di Salatiga yang mengalami sakit.

Dia  kemudian diminta membuatkan masakan serba Pendas. Masakannya itupun mendapat respon positif.

Baca juga: Perajin Miniatur Truk di Boyolali Meraup Rp 20 Juta Per Bulan: Dikenal dari Medsos

Kakaknya merasa masakan masakannya enak.

"Setelah itu,  saya melihat harga cabai  ko murah. Ini kasihan petani kalau tidak saya beli untuk saya bikin sambal," ujarnya.

Diapun lalu memberi beberapa kilogram cabai langsung dari petani di wilayah Selo.

Baca juga: Banyak Bisnis Goyah saat Pandemi, Penjualan Peti Mati Justru Melonjak, Perajin: Naik 10 Kali Lipat

Erna yang tidak memiliki keahlian sama sekali dibidang masa memasak sempat kebingungan dengan bagaimana cara membikin sambal yang enak itu.

Berkat kemauan keras, dia terus melakukan uji coba dengan berbagai resep dan cara pembuatan sambal ini.

"Setelah jadi saya minta kan pendapat orang lain. Alhamdulillah semuanya bilang enak dan saya langsung lanjutkan lagi untuk memproduksi dengan jumlah yang lebih banyak," katanya.

Baca juga: Merana, Ratusan Perajin Terompet di Wonogiri, Gegera Ada Larangan Rayakan Pesta Tahun Baru 2021

" Saya juga bikin beberapa aneka sambal. Seperti sambal Pete, Ebi, Cumi, Teri, Paru dan sambal-sambal lainnya," ungkapnya.

Dengan memafaatkan  media sosial dan market place dia menjual aneka sambal itu. Penjualan produk sambalnya ini laku keras dipasaran.

"Belum ada sebulan, sudah ada 500an botol sambal yang terjual," jelasnya.

"Harganya mulai Rp 22 ribu sampai Rp 35 ribu. Sambal paru yang paling mahal, karena butuh beberapa proses memasak,"imbuhnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved