Berita Solo Terbaru

Tanggapi Brebes yang Kembali Naik Level 4, Wali Kota Gibran: Solo Aman

Naiknya kembali status Kabupaten Brebes dari PPKM Level 3 ke 4 menjadi pengingat untuk wilayah lainnya. 

Penulis: Iqbal Fathurrizky | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/ Iqbal Fathurrizky
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat kunjungi Terminal Tirtonadi Solo pada Kamis (16/9/2021). 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Iqbal Fathurrizky

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Naiknya kembali status Kabupaten Brebes dari PPKM Level 3 ke 4 menjadi pengingat untuk wilayah lainnya. 

Menanggapi hal itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meyakini bahwa Solo tidak akan kembali ke PPKM level 4.

"Solo tidak mungkin kembali lagi kok, Solo aman," katanya.

Baca juga: Fix! Bupati Sukoharjo Izinkan Bioskop Buka saat PPKM Level 3, Ini Syarat Masuk Agar Bisa Tonton Film

Baca juga: Pemerintah Pusat Izinkan Bioskop Buka di Wilayah PPKM Level 3, Bagaimana Bioskop di Mal Sukoharjo?

Hal ini lantaran menurutnya tingkat vaksinasi di Solo sudah tinggi, positivity ratenya rendah, BORnya rendah.

"Di Solo vaksinasinya sudah tinggi, positivity ratenya rendah, BORnya rendah," kata Gibran kepada TribunSolo.com pada (16/9/2021).

Wali Kota Solo juga menghimbau agar warga Solo tidak menurunkan protokol kesehatan.

Baca juga: PPKM Berlevel Diperpanjang atau Tidak? Begini Penjelasan Satgas dan Kondisi Covid-19 Terkini

"Kalau tidak mau ke level 4 lagi ya makanya prokesnya jangan kendur, tidak usah ada pesta dan euforia berlebih," imbau Gibran.

Bahkan Gibran berjanji akan mengusahakan Solo masuk ke PPKM level 2.

"Kita usahakan masuk level 2 ya," pungkas dia.

Boyolali Perketat Pengawasan

Naiknya Level PPKM Kabupaten Banyumas dari 3 ke 4 menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.

Mereka akan lebih waspada lagi agar kasus Covid-19 tidak kembali melonjak. 

Kepala Satpol PP Boyolali, Sunarno menyebut bahwa melandainya kasus Covid-19 di Boyolali jangan sampai menimbulkan euforia  di masyarakat.

Baca juga: Pemkab Boyolali Temukan Ada Tempat Wisata Nekat Buka: Padahal Masih Dilarang saat PPKM Level 3 

Baca juga: Bioskop di Wilayah PPKM Level 3 Boleh Beroperasi, Pengelola di Sukoharjo Tunggu Kebijakan Bupati

Masyarakat musti tetap mentaati prokes sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

“Pesan pak bupati, jangan sampai masyarakat malah euforia dengan melandainya kasus Covid-19 ini. masih harus waspada dan berhati-hati,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya masih akan terus melakukan pengawasan disektor-sektor tertentu yang sudah diperbolehkan beroperasi selama Perpanjangan PPKM Level 3 ini.

Baca juga: PPKM Berlevel Kembali Diperpanjang, Kini Waktu Makan Maksimal 60 Menit, Tempat Wisata Mulai Dibuka

Bahkan, di awal pekan ini pihaknya juga telah memberikan tindakan tegas bagi penyelenggara hajatan yang melanggar ketentuan yang telah diatur dalam PPKM Level 3.

Hajatan yang diselenggarakan masyarakat hanya boleh didatangi maksimal 20 orang dengan ketentuan drive thru.

Namun, ada salah satu hajatan yang terjadi di wilayah Boyolali Utara jumlah tamu undangannya lebih dari 50 orang.

Baca juga: PPKM Berlevel Diperpanjang atau Tidak? Begini Penjelasan Satgas dan Kondisi Covid-19 Terkini

“Kami datang, langsung kami bubarkan. Bahkan tenda yang dipasang di depan rumah juga langsung kami bongkar dan penyelenggaranya kami kenakan denda sebesar Rp 1 juta,” katanya.

Lalu, tamu, penyelenggara hajatan dan mempelai pengantin juga dilakukan tes swab antigen. Beruntung hasilnya negatif.

Tak cukup untuk mengawasi di sektor Kuliner atau kegiatan masyarakat saja, pihaknya juga akan mengawasi pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah yang ada di Boyolali.

Pengawasan tersebut, terkait penerapan prokes di sekolah yang menyelenggaran uji coba PTM.

“Tentu akan kami awasi bagaimana penerapan Prokesnya, supaya anak-anak aman, guru juga aman,” imbuhnya. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved