Berita Solo Terbaru

Mahasiswa Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia UNS Ikuti Kuliah Umum : Peluang Berkarir Era Digital

Prodi PBSI UNS menggelar Kuliah Umum "Peluang Berkarier di Era Digital bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia", Selasa (21/09/2021).

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Aji Bramastra
dok Prodi PBSI UNS Surakarta
Kuliah Umum Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNS Surakarta bertema : Peluang Berkarir di Era Digital 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tiga praktisi dari industri jurnalistik, public speaking dan penyuntingan, memberi wawasan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dalam Kuliah Umum "Peluang Berkarier di Era Digital bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia", Selasa (21/09/2021).

Baca juga: Bekali Mahasiswa, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNS Gandeng Praktisi Dunia Kerja Jadi Dosen

Dalam kuliah umum yang digelar melalui aplikasi Zoom Meeting itu, 3 narasumber yang berbagi pengalaman mereka adalah Jurnalis Senior Tribunnews dan Ombudsman Tribun Network, Krisna Sumargo, CEO speaking.id, Sara Neyrhiza, serta pakar bahasa serta Direktur Narabahasa, Ivan Lanin.

Krisna Sumargo, pemateri dari kantor berita Tribun Network, menyampaikan, berubahnya kecenderungan gaya orang mengonsumsi berita, malah menjadikan banyak terciptanya jenis pekerjaan baru dalam industri media.

"Misalnya, ada mereka yang bekerja sebagai content writer, atau mencari berita dari dalam ruangan,"  

"Tapi, hal ini harus disikapi dengan tetap menyajikan berita dalam koridor jurnalistik, seperti mencari fakta dan tetap memakai asas keberimbangan," kata Krisna.

Sementara, Sara memaparkan soal tantangan terbesar dalam public speaking atau penyiaran.

Menurut Sara, komunikasi itu bukan hanya bicara, tetapi penuh tantangan untuk dipelajari.

"Komunikasi itu bentuknya sangat beragam. Ada komunikasi didaktik. Dalam dunia kepenyiaran, komunikasi didaktik adalah komunikasi dengan orang lain, bisa dengan rekan kerja atau narasumber,"

"Ada juga komunikasi kelompok dan komunikasi dengan media massa. Jadi, komunikasi nggak cuma ngomong doang, tetapi komunikasi itu penuh tantangan yang perlu dipelajari," jelas Sara.

Kemudian, Ivan Lanin menceritakan bagaimana bahasa punya prospek yang sangat baik dalam dunia industri.

Perjalanan perusahaan yang dia dirikan, Narabahasa, menjadi bukti yang disodorkan Ivan.

Kuliah umum tersebut dibuka dengan sambutan oleh Dr Budhi Setiawan M.Pd. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) PBSI FKIP UNS, serta Prof Dr Slamet Subiyantoro, M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FKIP UNS.

Dalam sambutannya, Slamet menyampaikan tiga hal utama dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2020.

"Ada satu hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa terdapat tiga komitmen penting pemerintah sebagaimana tertuang di Renstra Kementerian Pendidikan Kebudayaan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020,"

"Seiring dengan itu, kinerja dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika diukur dengan delapan indikator kinerja utama yang tertera dalam Surat Keputusan Kementerian Nomor 754,"

"Maka, Kuliah Umum PBSI yang mendatangkan praktisi dari dunia industri dan dunia usaha ini adalah jawaban yang tepat untuk hal tersebut," jelas Prof. Slamet.

Kuliah Umum "Peluang Berkarier di Era Digital bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia" ini dimoderatori oleh Chafit Ulya, S.Pd., M.Pd. selaku dosen PBSI FKIP UNS. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved