Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Vaksinasi Dosis Pertama di Klaten Capai 45,6 Persen, Pemkab Kejar Target Sampai Oktober Nanti

Kabupaten Klaten diklaim masuk peringkat ke-6 capaian vaksinasi se-Jawa Tengah. Vaksinasi pada dosis pertama di Kabupaten Klaten mencapai 45,6 persen.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Ilustrasi Vaksin 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kabupaten Klaten diklaim masuk peringkat ke-6 capaian vaksinasi se-Jawa Tengah.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Anggit Budiarto mengatakan, tingginya capaian vaksinasi ini karena perkembangan paling pesat dalam 1 bulan terakhir.

"Karena vaksin digelontorkan ke kami besar, sehingga kami harus menyelesaikan dengan cepat," ucap Anggit kepada TribunSolo.com, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Jadwal Vaksin Boyolali Hari Ini: Ada 530 Dosis untuk Siswi SMKN 1 Banyudono

Baca juga: Aksi Kocak Wali Kota Gibran Pakai Seragam Baru saat Tinjau Vaksinasi Keraton Solo : Saya Satpol PP

Anggit mengatakan, capaian vaksinasi pada dosis pertama di Kabupaten Klaten mencapai 45,6 persen.

Sedangkan ia menyebutkan capaian vaksinasi pada dosis ke 2, sudah 18 persen.

"Jika dibandingkan daerah lain, dari 35 kabupaten/kota di jawa tengah, kita masuk peringkat 6," ujar Anggit.

Baca juga: Gibran Pamer Vaksinasi Covid-19 Tembus 106 Persen, Kini Herd Immunity di Solo Diklaim Sudah Muncul

Anggit mengatakan, stok vaksin yang telah terdistribusikan ke masing-masing puskesmas se- Kabupaten Klaten sekitar 10 ribu vial atau 100 ribu dosis.

Ia mengaku pihaknya selalu mengelontorkan 1000 vaksin ke setiap puskesmas per hari.

"Sehingga dalam 1 hari, Kabupaten Klaten capaian vaksinasi kota bisa mencapai 30 ribu per hari, bahkan kita pernah 38 ribu per hari," kata Anggit.

Baca juga: Bupati Sragen Targetkan 70 Persen Warganya Sudah Divaksin Sebelum Desember

Ia mengakui keinginan masyarakat Kabupaten Klaten untuk menerima vaksin Covid-19 sangat tinggi.

Dia menargetkan 70 persen capaian vaksin dosis pertama pada bulan Oktober.

"Harus diakui masyarakat sudah welcome, dengan berbagai alasan dan tujuan, terutama karena kesehatan," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved