Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Menyedihkan, Enam Sungai yang Mengelilingi Klaten Sudah Tercemar, Paling Parah Sudah Tercampur Kimia

Sejumlah sungai yang mengalir di Kabupaten Klaten sudah tidak perawan alias sudah tercemar limbah.

TribunSolo.com/Istimewa
ILUSTRASI : Warga di Kabupaten Klaten dihebohkan dengan penampakan air sungai di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari mendadak jadi merah, Kamis (16/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sejumlah sungai yang mengalir di Kabupaten Klaten sudah tidak perawan alias sudah tercemar limbah.

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten, Dwi Maryono mengatakan hasil tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan 31 Maret 2021 lalu.

"Setiap tahun, kami lakukan uji lab kualitas air sungai, pada musim penghujan di bulan Oktober dan musim kemarau di bulan Maret," kata Maryono kepada TribunSolo.com, Rabu (22/9/2021).

Maryono mengatakan ada 27 parameter dalam pemeriksaan uji kualitas sungai di Klaten.

Baca juga: Warning dari Gibran, Jika Ada Sekolah yang Siswanya Terpapar Corona, Langsung Ditutup Seperti Jepara

Baca juga: DLHK Klaten Kecolongan Warna Sungai Mendadak Merah, Kades Diwanti-wanti Segera Lapor Jika Ada Lagi

Adapun 27 paramater di antaranya Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Fosfat, Bakteri Ecoli Foam dan lain-lain.

Ia menerangkan BOD merupakan oksigen yang dibutuhkan mikro organisme, sedangkan COD lebih ke kimiawi.

"Indikator BOD seperti jadi dari tinja ternak, sedangkan indikator dari COD dari sabun dan bahan kimia rumah tangga," ujarnya.

Ia menyebut ada 12 titik sungai yang diambil sampelnya untuk diteliti.

Mulai dari Sungai Soran, Sungai Kroman, Sungai Pusur, Sungai Modin, Sungai Kacang Ijo, dan Sungai Merbung dan Rowo Jombor.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved