Berita Klaten Terbaru
Pembayaran Ganti Rugi Tol Solo - Jogja di Polanharjo Klaten Capai 90 Persen: Tak Ada Banding
Hampir seluruh warga di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten yang lahannya terdampak PSN Jalan Tol Solo-Jogja telah menerima uang ganti rugi.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Hampir seluruh warga di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten yang lahannya terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Solo-Jogja telah menerima Uang Ganti Rugi (UGR).
Kini tinggal penyelesaian pembebasan tanah kas desa di Kecamatan Polanharjo yang masih dalam proses.
Camat Polanharjo Joko Handoyo mengatakan, pembayaran ganti rugi tanah dari proyek Tol Solo - Jogja di Kecamatan Polanharjo sudah mencapai sekitar 90 persen.
Baca juga: Dapat Uang Ganti Rugi Proyek Tol Rp 6 Miliar, Kakek di Klaten Ini Ogah Beli Mobil: HP Saja Tak Punya
Baca juga: Kisah Penerima Ganti Untung Proyek Tol Solo-Yogyakarta, Didatangi Sales Kendaraan hingga Asuransi
"Ada sekitar 90an persen pemilik lahan yang terdampak proyek Tol Solo-Jogja sudah menerima UGR, masih ada sekitar 1-3 pemilik yang belum menerima UGR," kata Joko, kepada TribunSolo.com, Selasa (21/9/2021).
Joko mengaku selama pemberian UGR, tidak ada pihak pemilik lahan terdampak yang mengajukan banding ke peradilan.
Meskipun begitu, ia mengatakan tanah kas desa di Kecamatan Polanharjo yang terdampak belum dilakukan pembayaran.
Baca juga: Di Ngawen Klaten, Tanah Seluas 8 Hektare Bakal Disulap Jadi Rest Area Tol Solo-Jogja, Seindah Apa?
"Tanah kas desa masih belum dilakukan pembayaran, karena masih ada proses yang harus dilalui," ujar Joko.
Ia mengatakan di Kecamatan Polanharjo lahan permukiman yang terdampak proyek Tol Solo-Jogja paling banyak berada dua desa.
Dia menuturkan dua desa yang dimaksud masing-masing di Desa Keanggan dan Desa Kapungan.
"Total bidang tanah yang terdampak proyek di Kecamatan Polanharjo ada sekitar 700an bidang. Mayoritas persawahan," kata Joko.
Dia mengatakan beberapa warga yang terdampak sudah meninggalkan lokasi dan mencari tempat tinggal yang baru.
Bahkan ada beberapa warga yang rumahnya terdampak membongkar rumahnya sendiri.
"Sudah ada warga yang membongkar rumahnya, juga sudah ada yang belum, " pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/paiman-67-warga-dukuh-sidorejo-desa-beku-kecamatan-karangano-tol.jpg)