Kebakaran di Eks Pabrik Sritex

Kebakaran Ruang Penyimpanan Batu Bara Eks Pabrik Sritex Sukoharjo, Asap Sudah Terlihat Sejak Siang

Kobaran api meludeskan ruang spinning batu bara setelah sebelumnya kepulan asap disebut sudah mulai terlihat sejak siang hari.

Tayang:
Dok. Istimewa/Dok. Dinas Damkar Kabupaten Sukoharjo
HANGUS TERBAKAR - Potret ruang spinning batu bara di eks pabrik PT Sritex Kabupaten Sukoharjo yang ludes dilahap si jago merah, Sabtu(6/6/2026) malam. Peristiwa kebakaran tersebut sempat membuat petugas pemadam kebakaran berjibaku selama berjam-jam untuk mengendalikan api. 

Ringkasan Berita:
  • Kebakaran hebat melanda ruang penyimpanan batu bara di area eks pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Sukoharjo, Sabtu (6/6) malam.
  • Kobaran api meludeskan ruang spinning batu bara setelah sebelumnya kepulan asap disebut sudah mulai terlihat sejak siang hari.
  • Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di dalam kompleks eks pabrik Sritex dan sempat membuat petugas pemadam kebakaran berjibaku selama berjam-jam untuk mengendalikan api.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kebakaran hebat melanda ruang penyimpanan batu bara di area eks pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Sukoharjo, Sabtu (6/6) malam. Kobaran api meludeskan ruang spinning batu bara setelah sebelumnya kepulan asap disebut sudah mulai terlihat sejak siang hari.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di dalam kompleks eks pabrik Sritex dan sempat membuat petugas pemadam kebakaran berjibaku selama berjam-jam untuk mengendalikan api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukoharjo, Margono, melalui Komandan Regu (Danru) 1 Purwanto, mengatakan api mulai membesar sekitar pukul 21.45 WIB.

"Untuk kaitan kebakaran batu bara di Sritex 1 posisinya di (ruang) spinning 1 batu bara. Dari pos induk (penjagaan dan pintu masuk) sekitar beberapa ratus meter," ungkap Purwanto, Minggu (7/6).

Baca juga: Bara Sampah Picu Kebakaran Hebat di Gudang Plumbon Sukoharjo, Delapan Mobil Rosok Hangus Seketika

Menurutnya, proses pemadaman mengalami sejumlah kendala karena material yang terbakar berupa batu bara dan karet yang mudah memicu api semakin membesar. Selain itu, kondisi lokasi yang minim penerangan juga menyulitkan petugas saat melakukan pemadaman.

Terjunkan 2 Unit Damkar

Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Sukoharjo menerjunkan dua unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

"Untuk penanganan kita meluncurkan 2 unit armada. Untuk yang terbakar itu kan timbunan batu bara dan mesin pengolahan bahan bakar. Sedangkan yang terbakar itu karet," kata dia.

Purwanto menjelaskan, petugas harus menggunakan metode khusus saat memadamkan api karena karakteristik batu bara berbeda dengan material kebakaran biasa.

Petugas menyemprotkan air dari bagian bawah tumpukan batu bara agar kobaran api tidak semakin meluas.

"Laporannya sendiri masuk pukul 21.45 WIB dan kami baru bisa memadamkan sekitar pukul 24.00 WIB. Kesulitannya karena minim penerangan, dan lainnya itu sistem pemadamannya karena batu bara itu kalau disemprot air banyak seperti lahar dingin. Otomatis sekali kena air banyak langsung longsor," imbuh dia.

Asap Sudah Terlihat Sejak Siang

Dari hasil keterangan petugas keamanan pabrik, kepulan asap sebenarnya sudah mulai terlihat sejak Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WIB saat patroli dilakukan di area ruang spinning batu bara.

Baca juga: Tujuh Bulan Kemarau Mengintai Sukoharjo, Warga Wajib Waspadai Ancaman Kebakaran di Lahan Kering

Asap tersebut sempat ditangani secara mandiri dan dinilai sudah terkendali. Namun diduga masih terdapat bara api di bagian bawah tumpukan batu bara yang kemudian merembet ke karung dan material karet di sekitar lokasi.

"Untuk kronologi dari sekuriti dari pukul 13.00 WIB siang pas patroli sudah indikasi asap, ditahan mandiri sekitar 30 menit sudah terkondisi tapi tidak tahu dari bawah ada karung-karung itu ada bara yang sudah menyala dan itu dekat dengan karet dan langsung makin besar," urai dia.

Beruntung, kobaran api tidak sampai merembet ke bangunan lain di dalam kompleks eks pabrik Sritex. Meski demikian, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

"Dari saya minta keterangan dari pos jaga dan untuk yang bertanggung jawab di pabrik situ untuk situ sekitar Rp 40 juta dan untuk aset sekitar lingkungan batu bara kurang lebih Rp 400 juta," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved