Berita Wonogiri Terbaru

Dampak 'Amukan' Angin Ribut Wonogiri, Atap & Pagar Sekolah Rusak: Ratusan Buku Perpustakaan Basah

Kondisi SDN Karangtengah, Desa Jaten, Kecamatan Selogiri cukup parah setelah diterjang angin ribut pada Jumat (25/9/2021).

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Buku koleksi perpustakaan SD Negeri Karangtengah, Wonogiri basah setelah disapu hujan dan angin ribut. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kondisi SDN Karangtengah, Desa Jaten, Kecamatan Selogiri cukup parah setelah diterjang angin ribut pada Jumat (25/9/2021).

SD yang berada di dekat pohon beringin itu tak bisa lepas dari amukan angin yang merobohkan dahan pohon beringin yang cukup besar.

Kepala Sekolah SD Negeri Karangtengah, Tri Warsito mengatakan bahwa kejadian itu mengakibatkan beberapa gedung sekolah rusak.

Baca juga: Angin Kencang Mengamuk di Girimarto Wonogiri, Satu Rumah Rusak Parah: Atap Terbang 

Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Colomadu Karanganyar, Bikin Ngeri Warga yang Melihatnya

"Kerusakan pada gapura dan pagar, perpustakaan dan dua ruang kelas untuk kelas 1 dan 4," kata dia Sabtu (25/9/2021).

Sampai saat ini pihaknya belum bisa memperkirakan total kerugian dari musibah itu.

Yang jelas, kata dia, kerugian meliputi ratusan buku di perpustakaan yang basah diguyur hujan dan beberapa genteng yang pecah.

Baca juga: Pesta Hajatan di Karanganyar Nyaris Ambyar, Ada Angin Kencang: Terjadi Seusai Acara

Tak cukup sampai disitu, beberapa kayu kasau dan reng penyangga genteng juga rusak parah.

"Kalau kerugian berapa kita belum hitung, saat ini fokus untuk membersihkan puing-puing dan menyelamatkan barang-barang seperti buku itu," jelasnya.

Meskipun begitu, ia telah melaporkan kejadian itu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta BPDB.

Untuk evakuasi sementara, Tri Warsito dibantu beberapa guru lain untuk membersihkan ruang kelas yang terdampak.

Mereka juga menyelamatkan ratusan buku yang basah kuyup diguyur hujan karena atap ruang perpustakaan rusak parah tertimpa pohon. 

Bencana Angin Kencang

Beberapa sekolah di Wonogiri terdampak amukan angin kencang yang terjadi pada Jumat (24/9/2021) sore. 

Mayoritas sekolah mengalami kerusakan pada atap. Namun, ada juga gapura sekolah di SDN Karangtengah, Wonogiri yang rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang. 

Angin kencang terjadi di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri. 

Baca juga: Hujan dan Angin Kencang Melanda Wonogiri, Petani Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Truk di Karanganyar, Sopir Selamat, Tapi Sempat Buat Macet Jalan Lingkar Selatan

Pantauan TribunSolo.com, bagian gapura sekolah ambruk. Pagar depan dari SD itu pun mengalami kerusakan yang cukup parah.

Atap bagian gedung perpustakaan yang tertimpa pohon juga mengalami kerusakan.

Kepala Desa Jaten, Joko Santoso mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 16.30 WIB. Saat itu, di wilayah desanya terjadi hujan deras disertai angin.

"Pohon beringin yang berada di sekitar sekolahan kemudian tumbang ," katanya, kepada TribunSolo.com, Sabtu (25/9/2021).

Dia yang saat ini mendapat laporan, langsung mendatangi lokasi kejadian. Bersama warga dan relawan pohon tumbang kemudian dievakuasi. 

Selain memotong batang pohon, pihaknya juga melakukan identifikasi. 

"Dari sore sampai sekitar jam 10 malam untuk penanganan awal, seperti memotongi yang batang yang ambruk, kemudian dilanjutkan pagi ini," jelasnya.

Beruntung, tak ada korban jiwa atau luka-luka dalam musibah ini. Hanya saja, sekolah mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Wonogiri, Bambang Haryanto mengungkapan bahwa pihaknya tengah turun ke lapangan untuk menangani kejadian bencana itu.

Baca juga: Dua Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Sekitar Pasar Kabangan Solo, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

Tim BPDB dibantu relawan serta TNI membersihkan puing-puing reruntuhan atap sekolah serta memindahkan batang-batang pohon besar yang menimpa bangunan.

"Sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Pemerintah Desa maupun Kecamatan dalam rangka penanganan lanjutan pemulihan," ungkap Bambang. 

Timpa Truk 

Truk tertimpa pohon yang tumbang di Jalan Lingkar Luar Selatan Kelurahan Lalung, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Selasa (14/9/2021).

Beruntung truk bernomor polisi AD-1315-HP yang dikemudikan Triyono (39) tidak terluka.

Wakil Kepala Bidang Operasional SAR Karanganyar, M. Rasyid Al Fauzan, mengatakan proses evakuasi memakan waktu sekitar 30 menit.

"Setelah mendapat informasi dari masyarakat 5 personel langsung menuju lokasi dibantu para relawan dan anggota TNI," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Baca juga: Waspada! Puluhan Rumah Rusak dan Belasan Pohon Tumbang, Akibat Cuaca Buruk di Sukoharjo

Proses evakuasi memakan waktu sekitar 30 menit, dengan pajang pohon 6 meter dan diameter sekitar 20-30 centimeter.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerusakan terjadi di bagian bak depan truk," ungkapnya.

Namun, terkendala waktu kedatangan para personel di TKP karena pohon tumbang tersebut sempat mengakibatkan kemacetan di ruas jalan tersebut.

"Saat memotong pohon mengunakan gergaji benso," ungkapnya

Rata Dengan Tanah

Sebagian bangunan rumah warga di Kampung Randusari, RT 04, RW 05, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo rata dengan tanah.

Itu disebabkan sebuah pohon yang tumbang mengenai bangunan rumah milik Donitri Wahyono (30) saat diguyur hujan angin.

Baca juga: Nahas, Lagi Boncengan Naik Motor, Dua Mahasiswa di Bandung Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Baca juga: Mobil Camry Bernopol Cantik 7777 Tertimpa Pohon Tumbang di Gayam, Warga Gotong Royong Evakuasi

Beruntung tidak ada korban dalam musibah tersebut, karena seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri dari musibah tersebut.

"Namun, rumah korban mengalami rusak berat pada bagian atap rumah," ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Bambang Sinungharjo, Jumat (13/8/2021).

Sinung menyebut peristiwa yang mengakibatkan korban merugi hingga Rp 20 juta itu terjadi sekira pukul 15.30 WIB.

Saat itu cuaca tengah hujan deras yang disertai angin kencang. Pohon besar di samping rumah kemudian roboh dan menimpa rumah milik

"Selain itu, masih di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo pohon tumbang juga terjadi di tempat lain," ujar Bambang.

Pohon tumbang juga menimpa warung kelontong Siswanto (36) di Kampung Waru, RT 01, RW 02, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.25 WIB.

Pohon yang ada depan warung kelontong tumbang lalu menimpa atap warung.
Kerugian akibat musibah ini ditaksir mencapai Rp 10 juta

" Selain itu, pohon tumbang juga memutus jaringan listrik dan menutup akses jalan menuju Kampung Waru, Kelurahan Kemiri," aku dia.

"Tidak ada korban jiwa atau luka dalam musibah tumbangnya pohon ini," jelas dia.

Tewas Tertimpa Pohon

Sebuah pohon besar di Makam Sri Makurung Handayaningrat, Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali tumbang, Minggu (20/6/2021) sore.

Kejadian tersebut terjadi setelah kawasan tersebut diterjang hujan yang disertai angin kencang.

Akibat kejadian tersebut, seorang pengemudi mobil Toyota Agya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca juga: Total 3 Mobil Milik Warga yang Tertimpa Pohon Tumbang Selama Terjadinya Angin Ribut di Solo Hari ini

Baca juga: Kronologi Robohnya Tiang Listrik Dekat Rumah Jokowi di Solo, Gara-gara Pohon Tumbang

Berdasarkan Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, saat itu, korban sedabg mengantar temannya, Irwan Sinegar berziarah ke makam Sri Makurung.

Namun, karena hujan lebat, korban memilih menunggu di dalam mobil Toyota Agya warna putih yang terparkir di sekitar makam.

Nahasnya, sekitar pukul 15.45 WIB, sebuah pohon besar yang berada di dalam makam tumbang.

Pohon tersebut tumbang dan menimpa mobil korban.

Kapolsek Banyudono, AKP Marjoko mengatakan akibat pohon tersebut tumbang, kondisi mobil korban ringsek serta rusak berat di bagian depan.

"Dua orang mengalami luka serius dan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian perkara, sementara ada rumah yang tertimpa pohon tumbang mengalami rusak berat," kata Marjoko, kepada TribunSolo.com.

Marjoko mengatakan satu korban yang merupakan peziarah asal Kendal meninggal dunia di tepat.

Kini korban meninggal dibawa ke RSU Pandan Arang, Boyolali untuk diperiksa lebih lanjut.

"Jenazah korban langsung dibawa ke RS Pandan Arang (RSPA) untuk otopsi," kata Marjoko.

Ia mengatakan kondisi pohon yang tumbang memang sudah tua dan lapuk.

Baca juga: Angin Ribut Landa 4 Kecamatan di Klaten, Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Warung Milik Warga

Insiden pohon tumbang ini juga menyebabkan kerugian materi berupa mobil Toyota Agya Warna Putih Nomor polisi AD 9353 QR senilai Rp 60 juta, serta rumah senilai Rp 150 juta.

"Ini, bukan lagi himbauan, semua juru kunci makan dan saksi saksi masih kita Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," terang dia.

"Besuk akan kami kordinasikan dengan Kades setempat perihal itu. Khususnya di tempat wisata regili," pungkasnya. (*)

 
Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved