Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Satpol PP Boyolali Bubarkan Aksi Penggalangan Dana di Lampu Merah, dan Razia Alun-alun Pengging

Aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh salah satu Ormas di Kabupaten Boyolali dibubarkan, Minggu (26/9/2021) pagi.

Penulis: Iqbal Fathurrizky | Editor: Agil Tri
Istimewa/Satpol PP Boyolali
Satpol PP Boyolali saat membubarkan aksi penggalangan dana di lampu merah Rejosari, Mojosongo, Boyolali pada Minggu (26/9/2021). 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Iqbal Fathurrizky

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh salah satu Ormas di Kabupaten Boyolali dibubarkan, Minggu (26/9/2021) pagi.

Penggalangan dana dilaukan di lampu merah Rejosari, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Menurut Kepala Satpol PP Boyolali, Sunarno, pihaknya mendapat laporan tersebut dari masyarakat, tentang penggalangan dana yang dilakukan oleh salah satu ormas di wilayah Boyolali.

Kemudian Sunarno mengerahkan pasukan untuk membubarkan kegiatan tersebut.

"Saya dan rekan-rekan menuju lokasi untuk memberikan edukasi dan penjelasan kalau meminta sumbangan di lampu merah tidak di perbolehkan," kata Sunarno kepada TribunSolo.com Minggu (26/9/2021)

"Selain membuat kemacetan dan melanggar Perda kab Boyolali dan mereka juga tidak ada ijin cuma dari keterangan mereka sudah minta ijin Polsek," sambung Dia.

Baca juga: Gudang Produksi Uang Palsu di Boyolali Terbongkar: Polisi Masih Buru Pelaku Lain

Baca juga: Begini Cara Pelaku Mengedarkan Uang Palsu Asal Boyolali : Lewat Dukun Pengganda Uang & Jalur Mistis

Baca juga: Tabrak Lari Menimpa Balita di Ngemplak Boyolali, Seluruh Wajah Terluka, Pengendara Bawa Beronjong

Baca juga: 148 Bidang Tanah di Boyolali Belum Terima Ganti Rugi Proyek Tol Solo-Jogja, BPN: Tahap Pemberkasan

Surnano juga menegaskan bahwa yang berwenang memberikan ijin kegiatan semacam itu dari Satpol PP bukan dari Polsek

"Kami minta untuk segera dihentikan dan bubar," tegasnya.

Tidak hanya itu, Sunarno juga melanjutkan kegiatan tersebut menjadi Operasi PPKM di Alun Alun Pengging.

Sejumlah tindakan penertiban dan juga random swab test dilakukan.

"Trus kami lanjutkan operasi PPKM di Alun Alun Pengging, swab dari 19 orang negatif semua denda administrasi 18 orang dan denda sosial 13 orang," jelas dia.

Sunarno memberikan denda kepada pelanggar berupa sanksi adminstratif dan sanksi sosial.

"Tidak ada kejadian yang menonjol denda administrasi uang Rp 50 ribu denda sosial kerja bersih-bersih sekitar Alun Alun Pengging," pungkas dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved