Berita Sragen Terbaru

Modal Gambar dari Google, Pria Lulusan SMK asal Sragen Bikin Lamborghini Pakai Alat Seadanya

Lamborghini dari Tanon, Sragen ini harganya menyentuh Rp 8 miliar, bikinan sendiri dari si pemilik bengkel, Supriyanto.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Lamborghini Aventador bikinan Supriyanto asal Tanon, Sragen. 

"Untuk bagian interiornya menggunakan PVC sheet, rencananya menang akan dibuat semirip mungkin dengan aslinya," imbuhnya.

Mencari bahan dan interior mobil Lamborghini, menurut Gondrong gampang-gampang susah.

Beberapa bahan bisa didapatkan di Sragen, namun juga ada barang yang harus dibeli dari luar kota bahkan luar negeri.

Penampakan tampak samping modifikasi Lamborghini Aventador LP-750-4 Superveloce oleh pemilik bengkel Supriyanto di Jalan Gabugan-Sragen, di Dukuh Margorejo, Desa Jono, Kecamatan Tanon, Minggu (26/9/2021).
Penampakan tampak samping modifikasi Lamborghini Aventador LP-750-4 Superveloce oleh pemilik bengkel Supriyanto di Jalan Gabugan-Sragen, di Dukuh Margorejo, Desa Jono, Kecamatan Tanon, Minggu (26/9/2021). (TribunSolo.com/Septiana Ayu)

"Kalau masalah bahan, sebenarnya mudah, yang susah hanya mencari ukuran yang presisi," terangnya.

Saat ini, mesin yang dipakai masih mesin bawaan Honda Accord Maestro tahun 1990, namun rencananya akan dipasang mesin yang lebih besar, atau model V.

Jika ditekuni, proses pengerjaan body mobil hanya memerlukan waktu 6 bulan, namun karena modifikasi mobil tersebut hanya hobi Gondrong, hingga 2 tahun lebih mobil tersebut belum selesai dikerjakan.

Selain itu, setahun lalu, sebenarnya mobil tersebut sudah hampir jadi, namun dirombak lagi oleh Gondrong, karena ukuran yang kurang pas.

Baca juga: Kronologi Balita Solo Terkunci 30 Menit, Gegara Orangtua Panik & Keluar Mobil, Usai Alami Kecelakaan

Dia hanya menerka-nerka ukurannya saja, dengan menggunakan panduan gambar yang diambil dari mesin pencarian Google.

"Kira-kira progresnya sudah 70-80 persen, target tahun ini bisa selesai, ini tinggal finishing, listrik, dan isi interior saja," katanya.

Dan kini, progres pengerjaan hingga 80 persen, biaya yang dikeluarkan baru sekitar Rp 75 juta.

Harapannya, mobil tersebut tidak hanya dijadikan untuk koleksi maupun pajangan, namun juga bisa dikendarai di jalan raya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved