Suara Wakil Rakyat

Tragedi Kecelakaan Maut Kereta Gajayana di Sragen, Ketua DPRD Desak Pengadaan Palang Pintu

Ketua DPRD Kabupaten Sragen, Suparno mengaku prihatin setelah terjadinya peristiwa kecelakaan kereta api, yang menabrak mobil warga di Desa Bedowo.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Ketua DPRD Sragen, Suparno saat mengecek langsung kecelakaan KA Gajayana vs Mobil Isuzu Panther, Selasa (12/10/2021). 

Anak pertama korban, Hari Widiantoro sangat terpukul atas kepergian kedua orangtuanya, yang berpulang dalam waktu bersamaan.

Warga berbondong-bondong menyaksikan evakuasi usai KA Gajayana vs mobil di perlintasan tak berpalang pintu di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Senin (11/10/2021) malam.
Warga berbondong-bondong menyaksikan evakuasi usai KA Gajayana vs mobil di perlintasan tak berpalang pintu di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Senin (11/10/2021) malam. (TribunSolo.com/Istimewa)

Agar kejadian tak terulang, dari pihak keluarga akan menuntut PT KAI agar bisa dibuatkan palang pintu kereta api.

"Kami dari pihak keluarga akan mengajukan gugatan kepada pihak kereta api, kita akan menuntut sebesar-besarnya," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (12/10/2021).

"Nanti dapat berapa, kita hibahkan untuk membuat palang kereta api," jelas dia.

Tuntutan itu dimaksudkan, agar PT KAI segera memasang palang pintu perlintasan kereta api, demi keselamatan masyarakat.

Baca juga: Isak Tangis Pecah, saat Jenazah Pasutri Tertabrak Kereta Gajayana di Sragen, Tinggalkan Rumah Duka

Baca juga: Kasiat Sendang Tua Putri Cempo di Sambungmacan, Konon Sejak Majapahit, Diyakini Bisa Obati Penyakit

"Tuntutan tersebut bukan untuk keluarga saya, melainkan demi keselamatan masyarakat yang lain, mungkin bapak ibu sayalah yang menjadi perantara," terangnya.

Selain tak ada perlintasan kereta api, di sekitar lokasi penyeberangan menurut Hari juga minim penerangan alias gelap.

"Harapannya PT KAI bisa segera dibuatkan palang pintu seperti di Gambiran, juga bisa diberi lampu penerangan," harapnya.

Jenazah Hadi Mulyono (61) dan Sukinem (58) dibawa meninggalkan rumah duka dan isak tangis sanak saudara di Desa Jurangjero, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Selasa (12/10/2021).
Jenazah Hadi Mulyono (61) dan Sukinem (58) dibawa meninggalkan rumah duka dan isak tangis sanak saudara di Desa Jurangjero, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Selasa (12/10/2021). (TribunSolo.com/Septiana Ayu)

Isak Tangis Keluarga Pecah

Isak tangis pecah saat peti jenazah berisi Hadi Mulyono (61) dan Sukinem (58) dibawa meninggalkan rumah duka, Selasa (12/10/2021).

Keduanya korban tertabrak KA Gajayana saat berada Isuzu Panther di perlintasan tanpa palang pintu di Dukuh Bedowo Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Senin (11/10/2021) pukul 19.00 WIB.

Dari pantauan TribunSolo.com, rumah duka juragan soto di Desa Jurangrejo, Kecamatan Karangmalang dipadati pelayat dari sanak saudaranya hingga tetangganya.

Saat detik-detik jenazah dibawa ke pemakaman sejauh 1 km pukul 11.00 WIB, isak tangis pecah.

Tampak sejumlah anaknya dan cucunya, berurai air mata melihat jenazah orangtuanya meninggalkan rumah duka.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved