Berita Sragen Terbaru
Dapur Warga Ngrampal Sragen Ludes Terbakar Gegara Percikan Api, Tetangga Teriak Minta Tolong
Beruntungnya, bantuan cepat datang, sehingga kebakaran tak meluas hingga rumah bagian depan maupun rumah tetangga.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Satu rumah di Dukuh Macanmati, RT 12, Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen hampir habis terbakar.
Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, kebakaran terjadi pada Rabu (20/10/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kebakaran menimpa rumah seorang kakek berusia 75 tahun, Darso Wiyono.
Akibat kebakaran tersebut, menghanguskan ruang dapur Darso Wiyono yang berluas 9x8 meter ludes terbakar.
Baca juga: Sempat Terjadi Kebakaran, Aktivitas Pedagang di Pasar Giribelah Wonogiri Tidak Terganggu
Baca juga: Kebakaran Pasar Giribelah Wonogiri, Kerugian Ditaksir Rp 100 Juta
Beruntungnya, bantuan cepat datang, sehingga kebakaran tak meluas hingga rumah bagian depan maupun rumah tetangga.
Kasi Humas Polres Sragen, AKP Suwarso mengatakan kebakaran diketahui ketika tetangga melihat percikan api yang berasal dari dapur Darso Wiyono.
"Setelah melihat percikan api tersebut, tetangga atau saksi langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar, karena letak dapur berdekatan dengan tumpukan jerami kering," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (21/10/2021).
Karena dinding dapur hanya terbuat dari bambu, maka api semakin cepat membesar.
Api juga langsung menyambar tumpukan jerami untuk pakan sapi yang sudah kering, yang berdekatan dengan dapur, sehingga kebakaran besar pun terjadi.
"Selanjutnya, mobil pemadam kebakaran pun langsung datang, dan api berhasil dipadamkan satu jam kemudian," ujarnya.
Belum diketahui secara pasti, dari mana percikan api tersebut pertama kali berasal.
"Namun, atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 10 juta," pungkasnya.
Kebakaran Sebelumnya
Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di Pasar Janglot, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen diduga disebabkan oleh korsleting listrik dari salah satu kios.
Kapolsek Tangen, AKP Moh Zaeni mengatakan sebelum kejadian, wilayah Tangen sempat diguyur hujan lebat, yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik.
"Kemudian, tak berselang lama, listrik dihidupkan, namun kembali padam kembali, dan disitulah mulai muncul percikan api dari salah satu kios," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Minggu (26/9/2021).
Dugaan sementara, menurut Zaeni kebakaran disebabkan korsleting listrik yang berasal dari salah satu kabel di kios yang berada di pojok kiri dalam pasar.
Korsleting terjadi karena di kios tersebut, menggunakan kabel yang berkualitas rendah.
Kemudian, api cepat membesar dikarenakan sebagian besar los terbuat dari kayu.
"Api membesar karena sebagian besar los terbuat dari kayu, selain itu juga barang dagangan yang sebagian besar merupakan makanan kering, sehingga api cepat menjalar," jelasnya.
Baca juga: Dampak Kebakaran Pasar Janglot Sragen, Aktivitas Perdagangan akan Lumpuh Selama Satu Minggu
Baca juga: Beli Uang Palsu Melalui Online, Warga Sragen Terancam 10 Tahun Penjara
Selain itu, penyebab membesarnya api setelah menyambar salah satu tabung gas, yang berada tak jauh dari kios yang pertama terbakar.
Menurut pengakuan pedagang, memang sempat terdengar bunyi ledakan, yang diperkirakan berasal dari tabung gas.
Atas kejadian tersebut, menurut Zaeni, diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah.
"Sementara diperkirakan kerugian mencapai Rp 4,1 miliar, dan kemungkinan itu masih bisa bertambah," pungkasnya.
Hingga Minggu (26/9/2021) pagi, mobil pemadam kebakaran kembali mendatangi Pasar Janglot, dikarenakan masih ditemukan titik api dan kebulan asap di tengah puing sisa kebakaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kebakaran-melanda-dapur-darso-wiyono.jpg)