Berita Solo Terbaru
Bagai Disambar Petir, Sunardi & Endang Lemas Lihat Anaknya Jadi Jenazah, saat Diklat Menwa UNS Solo
Mahasiswa GE diyatakan tewas setelah mengikuti kegiatan panjat tebing dalam rangkaian diklat Menwa di dalam kampus UNS Solo.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Hari Senin 25 Oktober 2021 dini hari menjadi momen yang tak diinginkan oleh Sunardi (54) dan Endang Budiastuti (53).
Bagaimana tidak, saat masih terlelap tidur pukul 02.00 WIB, ada orang tak dikenal mengetuk-ngetuk pintu rumahnya di Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Saat ditanya ada apa? Dua muda-mudi yang mengaku teman satu organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) itu, hanya bilang kata 'penting', karena berkaitan dengan anaknya.
Tanpa pikir panjang, orangtua dari mahasiswa UNS, GE (20) meluncur ke Kota Solo.
Baca juga: Kronologi Mahasiswa UNS Tewas Diklat Menwa : Banyak Luka, Tapi Keluarga Diberi Tahu karena Kesurupan
Dinginnya angin malam dari Gunung Lawu tak dihiraukan, meski keduanya memakai sepeda motor menuju titik yang diarahkan dua orang itu.
"Diminta ke RSUD Dr Moewardi Solo," kata paman DE mewakili keluarga, Sutarno kepada TribunSolo.com di rumah duka, Senin (25/10/2021).
Setelah satu jam perjalanan, seluruh badan pensiunan militer Sunardi dan Endang itu lemas tak berdaya, ternyata diarahkan ke kamar jenazah RSUD Dr Moewardi.
"Gak bisa berkata-kata dan lemas, di hadapanya anaknya yang sudah jadi jenazah," aku dia.
Adapun GE menurut dia, sebelum dinyatakan tewas, dia mengikuti kegiatan panjat tebing dalam rangkaian diklat Menwa di dalam kampus UNS Solo.
Versi pengurus Menwa UNS kata dia, sempat menyampaikan kronologi kepada keluarga.
Baca juga: Mahasiswa UNS Solo yang Meninggal saat Diklat Sempat Pamit ke Keluarga: Ikut Diklat Menwa
Baca juga: Mahasiswa Taman Siswa Palembang Tewas saat Ikut Pra Diksar Menwa, Ini Penjelasan Panitia
"Saat di rumah sakit diceritakan, awalnya ketika GE turun dari tebing menggunakan tali, kemudian lemas," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Senin (25/10/2021).
Lanjut Sutarno, ketika sampai di bawah, GE disebut mengalami kesurupan.
"Di lokasi sempat di ruqyah, habis itu ceritanya seperti apa tidak tahu, tahu-tahu sudah di rumah sakit," terangnya.
Masih belum diketahui secara pasti, penyebab kematian korban, apakah murni karena kecelakaan atau kekerasan alias perpeloncoan saat diklat calon anggota itu.