Berita Klaten Terbaru

Sejarah Taskombang Klaten, Ada Sesepuh dari Kerajaan Pasundan yang Pernah Pelihara Dua Macan Kumbang

Sejarah panjang Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten tak banyak yang tahu.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Penampakan Pohon Asem telah berusia 200 tahunyang bisa bangun kembali meski sudah roboh di Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten, Kamis (28/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sejarah panjang Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten tak banyak yang tahu.

Adapun Toskombang, tak jauh-jauh dengan nama Macan Kumbang, kok bisa?

Kepala Desa Taskombang, Aris Sumarno berharap Babad Taskombang tersebut dapat diimplementasikan ke dalam bentuk pewayangan, tarian, film atau seni lain.

"Saya mendukung kawula muda di desa kami yang ingin menggali sejarah dan budaya di Desa Taskombang," kata Aris kepada TribunSolo.com, Kamis (28/10/2021).

Kemudian Aris menceritakan historis dari Desa Taskombang tak lepas dari sosok dari Mbah Getas di tahun 829 masehi.

Saat itu, Mbah Getas membuka lahan di lokasi Desa Taskombang saat ini.

"Mbah Getas bernama Arya Suruh dari Kerajaan Pasudan, singgah di sini dulu ya alas (hutan)," ucap Aris.

Dia mengatakan Mbah Getas memelihara dua hewan Macan Kumbang.

Masing-masing Macan Kumbang yang Mbah Getas miliki berwarna hitam dan putih.

"Dari situ, desa ini dinamakan desa Taskombang, penggabungan nama Mbah Getas dengan Macan Kumbang yang merupakan hewan peliharaannya," ungkapnya.

Lanjut, ia mengatakan saat ini makam dari Mbah Ketas berada dekat dari kantor Desa Taskombang.

Baca juga: Beredar Foto Tempat Isolasi Covid untuk Anak di Solo : Ternyata Baru Rencana

Baca juga: Kesaksian Warga soal Mobil Avanza Masuk Jurang di Sragen : Awalnya Terdengar Bunyi Cit-Cit-Cit Keras

Dia mengatakn jaram dari kantor desa ke makam tersebut sekitar 50 meter.

"Mbah Ketas lebih ke cikal bakal dan dia memang arahnya ke tokoh spiritual," ujarnya.

Ketua Sanggar Seni Budaya Taskombang Mandiri (Sedyatama) Abimanyu P Perdana mengatakan sejarah Desa Taskombang sangat panjang.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved