Berita Klaten Terbaru

Sejarah Taskombang Klaten, Ada Sesepuh dari Kerajaan Pasundan yang Pernah Pelihara Dua Macan Kumbang

Sejarah panjang Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten tak banyak yang tahu.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Penampakan Pohon Asem telah berusia 200 tahunyang bisa bangun kembali meski sudah roboh di Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten, Kamis (28/10/2021). 

Bahkan, pohon yang sempat  patah sekitar setahun yang lalu, bisa tumbuh lagi. 

"Pohon ini sempat patah, Sebenarnya kalau gak patah pohonnya terlihat menyeramkan," ujar Parjo.

Dia mengatakan ada kejadian mistis yang dialami beberapa orang.

Kejadian tersebut saat beberapa orang dari luar desannya mengambil batang dan akar pohon tersebut didatangi arwah dalam mimpi.

Baca juga: Misteri 7 Makam Dekat Situs Sentono Sragen, Diduga Prajurit Tumenggung Alap-alap Senopati Mataram

Baca juga: Misteri Aneh Batu Lingga Yoni di Sragen : Sore Dijatuhkan dari Bukit, Pagi Kembali ke Tempat Semula

"Dulu pernah ada warga dari mutilan memakai batang itu, terus didatangi lewat mimpi, dan kembalikan ke asalnya,"ucap Parjo

"Kemudian ada orang dari wonosobo akar dari pohon asem ini, kemudian dikembalikan juga," imbuhnya. 

Misteri Batu Kuno

Kebedaraan batu kuno lingga yoni di Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen masih misterius.

Bertahun-tahun lamanya, batu yang diyakini sejak sejak zaman Majapahit di pinggir Bengawan Solo itu tak ada yang berani menyentuh.

Apalagi memindahkan ke daerah lain.

Batu lingga yoni disimbolkan sebagai tanda adanya peradaban pada zaman dahulu.

Batu tersebut berbentuk persegi, dengan lebar 50x50 cm dan tampak benjolan di sisinya.

Baca juga: Saat Bos AHHA PS Pati, Atta Halilintar & Putra Siregar Beri Kejutan Anak-anak Panti Asuhan Bekonang

Baca juga: Kejadian Aneh di Makam Prajurit Pangeran Sambernyawa : Lampu Tak Bisa Hidup, Kerbau Tiba-tiba Lumpuh

Sebenarnya batu lingga yoni tersebut memiliki ketinggian, namun terpendam di dalam tanah.

Selain itu, juga nampak adanya ukiran, namun terlihat tidak jelas karena sudah lapuk termakan usia.

Batu lingga yoni terletak di pinggir gundukan tanah, yang posisinya tidak berubah dari dulu.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved