Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Meski Autopsi Korban Diklat Menwa Keluar Jumat, Rektorat UNS ke Pendemo : Kami Belum Terima Hasilnya

Mahasiswa yang menuntut keadilan untuk GE tak puas, karena tak ada hasil yang mereka inginkan di antaranya perkembangan kasus dan pembubaran Menwa.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Jenazah GE yang meninggal saat diklat Menwa UNS di rumah duka Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (25/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Meskipun autopsi mahasiswa GE korban diklat Menwa sudah keluar Jumat (29/10/2021) siang, tetapi Rektorat UNS blak-blakan belum menerima hasilnya.

Hal ini dibuka blak-blakan Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof Ahmad Yunus di hadapan ratusan pendemo 'Aliansi Mahasiswa UNS Solo', Senin (1/11/2021).

Mahasiswa yang menuntut keadilan untuk GE (20) tak puas, karena tak ada hasil yang mereka inginkan di antaranya perkembangan kasus dan pembubaran Menwa.

Padahal beberapa hari sebelumnya, polisi menyebut hasil autopsi sudah keluar, sehingga kondisinya berbanding terbalik.

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus menjelaskan perkembangan kasus tewasnya GE kepada pendemo, Senin (1/11/2021).
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus menjelaskan perkembangan kasus tewasnya GE kepada pendemo, Senin (1/11/2021). (TribunSolo.com/Fristin Intan)

Yunus mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil penyidikan untuk memutuskan tidak lanjut pembubaran Menwa.

"Pertama kami tindak kekerasan dalam bentuk apapun, kedua kita masih menunggu hasil penyelidikan dan ketiga saat ini kami belum menerima hasil autopsi," ungkapnya.

Baca juga: Suasana Terkini, Aksi Mahasiswa UNS Solo Tuntut Keadilan untuk GE yang Meninggal saat Diklat Menwa

Baca juga: Polisi Sebut Ada Dugaan Penganiayaan Kasus Mahasiswa UNS GE, Tapi Belum Ada Penetapan Tersangka 

Ia menambahkan saat ini Tim Evaluasi UNS masih bekerja untuk melakukan analisis data yang meraka kumpulan dan dapatkan data.

"Data-data masih kami kumpulkan dan Tim Evaluasi masih berkerja," ujarnya.

Sementara itu, dalam orasinya Aliansi Mahasiswa UNS tidak terima akan alasan pihak rektorat karena dinilai tidak transparan dalam penanganan kasus ini.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved