Satu Keluarga Ini Tertidur Pulas Malam Hari Saat Longsor Menghantam Rumahnya, Terbangun Karena Kaget

Satu keluarga ini tertidur pulas malam hari saat longsor menghantam rumahnya. Keluarga akhirnya bisa selamat.

Editor: Eka Fitriani
surya/imam taufik
Beberapa warga membersihkan material longsor yang menimpa tumah Setianto di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Sabtu (30/10/2021) 

TRIBUNSOLO.COM - Cuaca yang tak menentu saat masa pancaroba sekarang, hujan yang sesekali sedang dan deras berpotensi membahayakan.

Hal tersebut karena bisa meluruhkan tanah yang sebelumnya kering terpanggang kemarau.

Seperti yang terjadi di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Sabtu (30/10/2021).

Hujan yang mendadak turun seharian berdampak longsor yang menimpa sebuah rumah warga.

Longsor tersebut menimbulkan suara bergemuruh saat material tanah dan batu mengenai rumah Setianto, pukul 21.00 WIB.

Namun ajaib, Setianto bersama istri dan dua anaknya selamat meski bagian dapurnya ambrol dihantam longsoran tebing yang lebih tinggi dari genteng rumahnya.

Baca juga: Tak Sanggup Bayar Tagihan Senilai Rp 2 Juta, Pemuda Ini Hajar Pemilik Karaoke

Baca juga: Sakit Hati Hubungannya Tak Direstui, Pemuda Ini Bunuh Ayah Pacarnya

Akibatnya, tembok dari batako itu jebol dan ambruk ke dalam. Namun seperti keajaiban, tidak ada satu pun anggota keluarga Setianto yang terluka atau tertimbun, meski saat itu semua sedang tertidur lelap sekitar pukul 21.00 WIB itu.

Karena ternyata material longsor itu tidak sampai mengenai rumah induknya melainkan hanya tembok belakang dapur rumahnya. "Benar, yang tertimbun tanah longsor hanya tembok belakang dapur sehingga sekeluarga selamat meski saat kejadian itu mereka tertidur semua," kata Bonaji, Kades Sumberurip, Minggu (31/10/2021).

Saat longsor itu, Setianto sekeluarga memang berada di dalam rumah, dan sudah tertidur. Yaotu Setianto dan istrinya, Wijiati (40), serta ada dua anaknya yang sudah dewasa. Namun semuanya selamat dari musibah itu.

Dituturkan Bonaji, Sabtu (30/10/2021) lalu hujan memang turun cukup lama, bahkan hingga malam hari. Mungkin karena hujan tidak kunjung reda itu, sehingga Setianto sekeluarga akhirnya ketiduran.

"Kalau sudah hujan apalagi di malam hari, situasi di desa sepi karena tidak ada orang yang keluar rumah. Kebanyakan, warga hanya dalam rumah," ungkapnya.

Dan diduga karena tebing di dekat rumah Setianto tergerus air hujan, sehingga sedikit demi sedikit luruh terbawa air ke bawah. Dan tebing yang diperkirakan setinggi 10 meter itu longsor, dan seketika menerpa dinding dapur rumah Setianto yang hanya berjarak sekian meter di dekatnya.

Baca juga: Viral, Bocah Laki-laki Kelas 5 SD Aniaya Neneknya, Ada Cerita Haru Dibalik Videonya

Baca juga: Sosok PAG, Pria Bejat yang Perkosa Bocah SMP di Kebakkramat Karanganyar: Ditangkap di Rumahnya

Gemuruh tebing saat longsor terdengar cukup keras, sehingga membangunkan keluarga Setianto. Suara gemuruh itu seketika membuat Setianto dan istri serta anak-anaknya terjaga.

"Mereka terbangun karena mendengar suara gemuruh. Lantas Pak Setianto mencari asal suara itu dan ia kaget, ternyata itu adalah tanah longsor di belakang rumahnya," paparnya.

Bagian dinding dapur rumah sampai ambrol, tetapi tidak sampai merembet ke dalam rumah induk. Dan Setianto sekeluarga pun tidak bisa tidur lagi semalaman. Namun karena longsor terjadi saat malam hari, warga sepakat tidak langsung membersihkannya malam itu.

Dan baru Minggu (31/10/2021), warga desa bergotong royong membersihkan material longsor di sekitar halaman rumah dan dapur rumah Setianto. "Ada tembok yang ambrol karena terhantam longsoran itu," pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved