Berita Klaten Terbaru

Sri Mulyani Surati Puan Maharani, Curhat Penataan Rawa Jombor Rp 300 Miliar,Tapi Diberi Rp 22 Miliar

Bupati Klaten, Sri Mulyani menyurati Ketua DPR RI, Puan Maharani agar revitalisasi Rawa Jombor mendapatkan perhatian khusus.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
LENDY RAMADHAN/EKA FITRIANI
Ketua DPR RI dari PDIP, Puan Maharani dan Bupati Klaten, Sri Mulyani. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bupati Klaten, Sri Mulyani menyurati Ketua DPR RI, Puan Maharani agar revitalisasi Rawa Jombor mendapatkan perhatian khusus.

Terlebih menurut Sri Mulyani, sebelumnya pemerintah pusat berkomitmen menganggarkan penataan Rawa Jombor Rp 300 miliar, kini karena pandemi jadi Rp 22 miliar saja.

"Selain minta ke pemerintah pusat, kami juga bersurat kepada ibu Ketua DPR agar revitalasasi Rawa Jombor menjadi perhatian khusus," ucap dia kepada TribunSolo.com, Selasa (16/11/2021).

Surat itu lanjut dia, meminta diberikan perhatian khusus dan anggaran yang sudah disepakati pemerintah pusat dialokasikan.

Suasana Rowo Jombor, Kabupaten Klaten, Rabu (6/10/2021).
Suasana Rowo Jombor, Kabupaten Klaten, Rabu (6/10/2021). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Mengingat kata Mulyani, Rawa Jombor bukan aset milik Pemkab Klaten tetapi milik Pemerintah Pusat, sedangkan untuk daratan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dia menerangkan, sebelum pandemi Covid-19 melanda proyek revitalisasi Rawa Jombor dianggarkan Rp 300 miliar.

"Tahun ini dianggarkan Rp 100 miliar melalui Kementerian PUPR namun di-refocusing menjadi Rp 22 miliar," ujarnya.

Baca juga: Warung Apung Rawa Jombor Dibongkar, Perahu Wisata Sepi, Biasa 20 Kali Kini Hanya 5 Kali Beroperasi

Baca juga: Janji Sri Mulyani, Siapkan Tempat Bagi Para PKL Selama Rawa Jombor Klaten Direvitalisasi oleh Pusat

Dia berharap pemerintah pusat tetap mengalokasikan anggaran serta melanjutkan proyek tersebut hingga rampung.

Dia menyebut, adanya program revitalisasi dan penataan sudah membuat petani keramba hingga pemilik warung apung sudah legawa untuk direlokasi.

"Kami berharap pemerintah pusat untuk mengalokasikan anggaran untuk proyek rowo jombor agar keberjalanan bisa maksimal," jelas dia.

Diketahui, luas Rowo Jombor mencapai 198 hektare, ada 137 PKL, perahu wisata ada 46 buah/32 pemilik, karamba ada 1.200/300 pemilik, dan warung makan apung ada 17 bangunan.

Digelontor Rp 50 Miliar

Bupati Klaten Sri Mulyani usai bertemu dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Klaten menyampaikan akan merevitalisasi rawa.

Dia mengatakan, saat ini keberadaan pedagang kaki lima di sepanjang pinggiran Rawa Jombor belum tertata rapi.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved