Berita Solo Terbaru
Update Perampokan Gudang Rokok Solo, Kapolresta : 19 Saksi Diperiksa, Kemungkinan Ada 'Orang Dalam'
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, kini pihaknya sudah memeriksa 19 saksi sejak kasus perampokan.
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polisi menyakini ada dugaan 'orang dalam' saat perampokan di gudang rokok Kecamatan Serengan, Kota Solo.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, kini pihaknya sudah memeriksa 19 saksi sejak kasus perampokan terjadi Senin (15/11/2021) lalu.
"Tepat pada 5 hari ini kami telah memeriksa 19 saksi," ungkap dia kepada TribunSolo.com di Mapolresta Solo, Jumat (18/11/2021).
"Baik dari karyawan dan saksi-saksi lainnya di tempat kejadian perkara (TKP) lokasi pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan berencana," jelas dia menekankan.
Ade menambahkan penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti yang diduga sebagai alat untuk melakukan pembunuhan terhadap korban.
Korban berinisial SU (33) warga Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, yang sudah dilakukan autopsi di RSUD Dr Moewardi Solo.
"Menyita barang bukti di TKP, di antara ada baju seragam satpam, 2 hanger atau gantung baju yang terbuat dari logam yang berada sekitar 3 meter dari tubuh korban dan dipegang oleh korban," ujarnya
Tak hanya itu, Ade menjelaskan adanya kerusakan pada pintu kamar mandi gudang, yang diduga sempat menjadi lokasi kekerasan terhadap korban.
Baca juga: Periksa 9 Saksi Perampokan di Gudang Rokok Serengan Solo, Polisi Dalami Keterlibatan Orang Dalam
Baca juga: Pelaku Perampokan yang Tewaskan Satpam di Serengan Solo Masuk Lewat Pagar Gudang
"Pintu kamar mandi rusak adanya bekas tindak kekerasan, para tersangka yang diduga berjumlah lebih dari 2 pelaku," ujarnya.
Dia menambahkan, tak hanya pintu kamar mandi, pintu ruang kasir yang di dalam ada brangkas juga dirusak oleh pelaku.
"Pintu ruang kasir dirusak, brangkas dibawah menggunakan diduga menggunakan troli," terang dia.
"Dari hasil pengecekan data jumlah uang didalamnya bertambah menjadi Rp 309.109.200," kata Ade.
Dari hasil penyelidikan sementara, dia menerangkan, jika dua pintu gerbang masuk gudang distribusi rokok tersebut tidak dalam keadaan terkunci.
"Diduga para pelaku masuk melewati pintu gerbang utama, dalam kondisi terbuka," ungkap dia.
"Diduga saat para pelaku dikenalin oleh korban sehingga dibukakan pintu, jadi ada kemungkinan keterlibatan orang dalam," katanya.
Teka-teki Mulai Terungkap
Teka-teki siapa komplotan perampok gudang rokok di Jalan Brigjen Sudarto, Kelurahan Joyatakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo mulai terungkap.
Kini, Satreskrim dan Jatanras Polda Jateng blak-blakan membuka perkembangan penyelidikan.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengungkapkan, tim dari Satreskrim dan Jatanras tengah melakukan pengejaran pelaku perampokan yang membuat satpam gudang tewas dan uang ratusan juta lenyap.
"Saat ini melakukan pengejaran terhadap pelaku," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Jumat (19/11/2021).
Baca juga: Periksa 9 Saksi Perampokan di Gudang Rokok Serengan Solo, Polisi Dalami Keterlibatan Orang Dalam
Baca juga: Terungkap, Perampok yang Sikat Uang Brankas di Gudang Rokok Solo, Siapkan Aksi saat Suasana Sepi
Bahkan lanjut Iqbal, penyidikan berbasis ilmiah (sistem scientific investigation) untuk penguatan alat bukti petunjuk perampokan tersebut.
"Kepolisian melakukan perdalaman kesaksian saksi, serta melakukan pertajaman olah TKP," katanya.
Tak hanya itu, polisi juga memeriksa semua file CCTV atau kamera pengintai di sekitar pabrik yang dimiliki bangunan lainnya.
"Kami membuka file CCTV di sekitar TKP," aku dia.
"Mohon doa, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan mengungkap dan menuntaskan kasus perampokan ini," harap dia.
Kasatreskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika membenarkan adanya penyelidikan terhadap pencarian barang bukti baru berupa rekaman CCTV dari sekitar gedung.
"Yang jelas sekarang prosesnya sedang berlangsung, bakal ada saksi tambah saat ini masih kita dalami lagi," ujarnya .
Menewaskan Satpam
Penyelidikan perampokan yang menewaskan satpam dan membawa uang ratusan juta di gudang distributor rokok di Serengan, Kota Solo terus berlanjut.
Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Djohan Andika mengatakan telah memeriksa sejumlah saksi dalam kejadian yang menyebut ratusan juta raib.
Terkait keterlibatan orang dalam, menurutnya, polisi sedang melakukan penyelidikan.
"Kami dalami, kami periksa sejumlah saksi termasuk pengelolaan gudang, satpam gudang lalinya dan warga sekitar gudang," terang dia kepada TribunSolo.com, Selasa (16/11/2021).
"Total ada 9 saksi," aku dia menekankan.
Baca juga: Terungkap, Perampok yang Sikat Uang Brankas di Gudang Rokok Solo, Siapkan Aksi saat Suasana Sepi
Baca juga: Pelaku Perampokan yang Tewaskan Satpam di Serengan Solo Masuk Lewat Pagar Gudang
Djohan mengatakan saat ini korban SU (33), warga Wonosegoro, Kabupaten Boyolali sudah dilakukan autopsi di RSUD Dr Moewardi Solo.
"Sudah autopsi tinggal menunggu hasilnya dan barang bukti juga sudah kami sita," katanya.
Selain itu, penyidik Satreskrim Polresta juga kembali mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Mendalami TKP untuk mengetahui pastinya bagaimana cara pelaku masuk ke gudang," jelas dia.
Sementara untuk CCTV gudang yang berada di Jalan Brigjen Sudarto nomor 220 tak dilengkapi alat perekam tersebut.
"Tadi CCTV kami cari di sekitar lokasi gudang," tuturnya.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengaku, Polda Jateng terus membantu penyidikan di Polresta Surakarta.
Saat ini saksi-saksi tengah diambil keterangannya dan penyidik berupaya keras mengumpulkan bukti-bukti pendukung.
"Intinya Polda Jateng mem-backup penyidikan di Polresta Surakarta," jelas dia.
Ia membenarkan keterangan bahwa di lokasi kejadian tidak dilengkapi CCTV.
"Lengkapi CCTV untuk memonitoring serta mencegah tindak pidana, sehingga mempermudah identifikasi," harap dia.
Baca juga: Kronologi Perampokan yang Tewaskan Satpam di Serengan Solo: Korban Ditemukan Terlentang
Melakukan Aksi saat Sepi
Perlahan perampokan di gudang rokok di Jalan Brigjen Sudarto nomor 220, Kelurahan Joyatakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo terungkap.
Kapolsek Serengan Kompol Suwanto menerangkan, perampok menyiapkan aksinya saat keadaan sepi sekira pukul 02.00 WIB.
Terlebih hasil penyelidikan, bengkel di depan TKP kosong karena orangnya tidur di Solo Baru, kiri gudang juga kosong, angkringan di sebrang jalan juga tutup tengah malam.
"Tapi di depan gedung TKP adanya penjualan mie ayam, tapi sampai jam 23.30 WIB," terang dia kepada TribunSolo.com, Senin (15/11/2021).
Baca juga: Pelaku Perampokan yang Tewaskan Satpam di Serengan Solo Masuk Lewat Pagar Gudang
Adapun akibat perampokan itu mengakibatkan satpam SU tewas yang diperkirakan dini hari.
"Dimungkinkan telah meninggal di atas jam 02.00 WIB," kata dia.
Kejadian terungkap saat biasanya petugas jaga akan melakukan laporan setiap satu jam sekali ke manajemen.
"Mengirimkan foto laporan di grub WhatsApp," ujarnya.
Kini polisi terus melakukan penyidikan, dan mengautopsi korban.
"Tidak ada CCTV di gudang, saat ini masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut dan menunggu hasil otopsi dari RS Moewardi kota Solo," ujarnya.
Lebih dari Satu Orang
Polisi menduga ada lebih dari satu orang yang melakukan aksi perampokan di gudang distributor rokok, Senin (15/11/2021) sekitar pukul 06.15 WIB.
Aksi ini juga berujung tewasnya satpam gudang tersebut.
Para perampok yang beraksi di gudang Jalan Brigjen Sudarto nomor 220, Joyatakan, Serengan, Kota Solo ini diduga ada empat orang.
Baca juga: Mengintip Souvenir Pernikahan Ria Ricis & Teuku Ryan, Gritte Agatha Kaget di Dalamnya Berisi Emas
Dugaan itu muncul, lantaran brankas yang ada di gudang tersebut hilang yang berisi Rp 270 juta.
"Untuk mengangkat brankas itu diperkirakan butuh 4 orang," kata Kapolsek Serengan Kompol Suwanto.
Polisi juga menduga ada aksi kekerasan pada satpam yang meninggal.
Apalagi, polisi menemukan luka lebam dan memar di tubuh korban satpam yang meninggal.
Satpam yang meninggal tersebut berinisial SU (33), warga Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.
Baca juga: Korban Perampokan Kartasura Tidak Melapor, Polisi Sebut karena Kerugian Kecil
Baca juga: Wanita di Kendal Berlumuran Darah Jadi Korban Perampokan, Pelaku Diduga Pria yang Dikenal Via Medsos
Kapolsek Serengan Kompol Suwanto mengatakan, pertama kali korban ditemukan oleh karyawan gudang berinisial R.
"Saat saksi karyawan gudang dan satpam penganti akan masuk, mendapati gudang tidak dalam keadaan terkunci, saat dicek korban posisi terlentang di lantai lobby gudang sudah meninggal," ujarnya kepada TribunSolo.com, Senin (15/11/2021).
Suwanto mengatakan, korban SU diperkirakan meninggal sekitar pukul 02.00 WIB.
"Dimungkinkan telah meninggal di atas jam 02.00 WIB," kata dia.
Dia menjelaskan, biasanya petugas jaga akan melakukan laporan setiap satu setengah jam sekali ke manajemen.
Namun, saat itu korban SU sampai pukul 03.00 WIB tidak melapor.
Saat ditemukan tergeletak, SU masih berseragam lengkap.
"Masih lengkap (Seragam), keadaan ada luka memar pada wajah dan belakang kepala," ujarnya.
Polisi melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hari ini.
Diketahui ada uang dalam brankas yang hilang.
"Uang sekitar Rp 270 juta dibawa pelaku, yang terletak di administrasi," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kapolresta-solo-kombes-pol-ade-safri-simanjuntak-di-mapolres.jpg)