Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

PPKM Level 3 saat Libur Nataru: Tempat Wisata di Sragen Belum Tentu Tutup, Masih Tunggu Aturan Pusat

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pemerintah pusat akan kembali memperketat mobilitas masyarakat.

TribunSolo.com
Yusep Wahyudi, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sragen ditemui di Pembukaan Gua Mangkubumi, Minggu (24/10/2021) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pemerintah pusat akan kembali memperketat mobilitas masyarakat.

Pengetatan kembali diberlakukan, untuk mencegah melonjaknya kasus covid-19.

Hingga saat ini, pemerintah pusat belum mengeluarkan peraturan terbaru mengenai pelaksanaan PPKM Level 3.

Baca juga: Dulu Pemukiman Prajurit Kasultanan Mataram, Kini Kampung Tamtama Solo Bakal Disulap Jadi Wisata Baru

Baca juga: 5 Tempat Wisata Solo Ini Wajib Dikunjungi Wisatawan saat Liburan, Ikonik dan Bersejarah

Pelaku pariwisata di Sragen kini juga masih menunggu, apakah tempat wisata akan kembali ditutup, padahal baru beberapa waktu dibuka.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sragen, Yusep Wahyudi mengaku ia masih menunggu aturan dari pusat. 

"Kita masih menunggu aturan dari pusat seperti apa, kita tetap akan menjalankan aturan pemerintah pusat, misalkan harus menjalankan PPKM Level 3," kata Yusep, kepada TribunSolo.com, Mingu (21/11/2021).

Baca juga: Pemdes Krakitan Klaten Isi Ikan di Embung Purbasari: Wacanakan Pembukaan Objek Wisata 

Namun, Yusep berharap, tempat wisata masih diizinkan tetap dibuka di tengah pemberlakuan PPKM Level 3.

"Harapan kita masih tetap buka, meski hanya berapa persen, dengan artian, masyarakat yang datang ke tempat wisata dapat menjaga prokesnya dengan baik," ujarnya. 

Hal itu, dimaksudkan agar roda perekonomian pelaku wisata dapat terus berputar.

Baca juga: Pemilik Canon Justru Minta Maaf atas Kematian Anjingnya, Kini Dukung Wisata Halal di Aceh Singkil

"Jika diizinkan dibuka, masyarakat masih bisa membuka usahanya, usaha kuliner, UMKM, itu yang membantu menggerakkan ekonomi di desa," pungkasnya. 

Saat ini, objek wisata yang sudah dibuka di Sragen yakni Museum Sangiran, namun pemandian air panas Bayanan masih ditutup.

Sedangkan, saat ini terdapat banyak sekali alternatif wisata di Sragen yang bisa dikunjungi, yakni di desa-desa wisata rintisan. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved