Breaking News:

Berita Wonogiri Terbaru

Prediksi Puncak Musim Penghujan di Januari Mendatang, Banjir dan Longsor Intai Wonogiri

Musim penghujan diprediksi akan memasuki puncaknya pada bulan Januari 2022 mendatang. Itu sesuai dengan prakiraan BMKG.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Mendung Tebal di atas Alun-alun Kabupaten Wonogiri, Selasa (14/9/2021) pukul 14.50 WIB. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Musim penghujan diprediksi akan memasuki puncaknya pada bulan Januari 2022 mendatang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto mengatakan puncak musim hujan kali ini terjadi pada akhir Januari 2022.

Itu sesuai dengan prakiraan BMKG, selain itu diprediksi juga curah hujan tinggi tersebut akan berpotensi menimbulkan dampak bencana alam.

Baca juga: Bacaan Doa Bagi Orang yang Tertimpa Musibah Bencana Alam Tulisan Arab Latin dan Terjemahannya

Baca juga: Solo Masih Dihantui Bencana Banjir dan Longsor: Ratusan Pohon Rawan Tumbang saat Cuaca Ekstrem

Bambang menjelaskan, di bulan November sampai Januari, sifat hujan di wilayah Wonogiri adalah di atas normal, sementara curah hujan lebih dari 200 mili meter (mm).

"Januari nanti saat puncaknya, curah hujan di sejumlah wilayah bisa sampai 500 mm. Bahkan di sebagian wilayah bisa lebih," jelas dia, Kamis (25/11/2021).

Sementara itu, dia juga menginformasikan ada peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah, Wonogiri juga termasuk.

Pada periode Kamis (25/11/2021) hingga Sabtu (27/11/2021) mendatang, ada potensi hujan lebat mengguyur Wonogiri disertai dengan petir dan angin kencang.

Baca juga: Longsor di Cepogo Boyolali : Tebing Setinggi 10 Meter Ambrol, Jalan Antar Desa Terputus

Atas dasar itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan ancaman bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, tanah longsor dan petir.

"Curah hujan saat ini bisa meningkatkan lagi ketika memasuki puncak musim penghujan. Jadi memang harus benar-benar waspada. Kita semua tidak mau ada korban jiwa," terang dia.

Lebih jauh, Bambang juga mewanti-wanti kepada masyarakat untuk juga mewaspadai ancaman fenomena La Nina. Selain itu, Siklon Paddy yang beberapa waktu lalu terlacak di sekitar Samudera Hindia juga sempat diwaspadai

"Curah hujan bisa bertambah, saat ini belum seberapa. Masyarakat yang ada di bawah lereng atau di atasnya bisa melakukan pengecekan resapan air," jelasnya.

"Kalau ada rongga yang bisa memicu air masuk sehingga berpotensi terjadi longsor bisa segera dilakukan tindakan tata kelola air," imbuh dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved