Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Kasus Covid-19 Sudah Landai, Warga Sragen Masih Takut Berobat ke Rumah Sakit

Saat ini, sudah tidak ada lagi pasien covid-19 yang dirawat di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen. 

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Kondisi RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen lengang, pasca lonjakan kasus covid-19. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Saat ini, sudah tidak ada lagi pasien covid-19 yang dirawat di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen

Baik tempat tidur isolasi maupun tempat tidur ICU, saat ini kosong, tidak ada pasien yang dirawat.

Setelah lonjakan kasus covid-19 yang terjadi pada Juli lalu, muncul fenomena baru di tengah masyarakat.

Baca juga: Di Tengah Bayang-bayang Gelombang 3, Kasus Corona di Sragen Hanya 6 Orang, Isolasi dan ICU RS Kosong

Baca juga: Klaster PTM di Solo Jebol, Sri Mulyani Minta Satgas Corona Klaten Ambil Sampel Acak Swab di Sekolah

Direktur RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto mengatakan masyarakat masih takut berobat ke rumah sakit. 

"Pasien non covid yang belum pulih, ternyata masyarakat masih ada rasa takut datang ke rumah sakit," ujarnya kepada TribunSolo.com, Senin (29/11/2021).

Gambarannya, dari total 300 tempat tidur pasien non covid-19, hanya terisi 130 tempat tidur, atau belum mencapai 50 persen. 

Penyebabnya karena belum dicabutnya status pandemi covid-19. 

Dengan begitu, rumah sakit masih menerapkan SOP covid-19 dalam menerima pasien, meski tak ada lagi pasien covid-19 yang dirawat.

Baca juga: Khasiat Wedang Kumplitan Boyolali, Dipercaya Bisa Cegah Corona: Kaya Rempah 

"Penerapan SOP kita sangat ketat, setiap pasien yang datang harus diperiksa melalui prosedural covid-19, itu juga menjadi bagian dari bentuk kehatian-hatian kita sebenarnya," jelasnya.

Didik tengah mengupayakan merubah sedikit SOP penerimaan pasien, agar masyarakat tak takut lagi berobat dan periksa ke rumah sakit. 

"Mungkin nanti kita akan sikapi, bagaimana SOPnya, bukan dilonggarkan, kedepannya SOP covid tidak diterapkan ke semua pasien, melainkan ketika ada kecurigaan itu perlu dilakukan screening," jelasnya. 

"Ada pemeriksaan awal, tergantung skornya berapa, yang kemudian baru dilakukan penanganan secara covid-19, namun SOP tentu saja akan kita sesuaikan dengan dokter penanggung jawab covid," tambahnya. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved