Berita Boyolali Terbaru
Potret Penambangan Pasir Manual di Kali Sombo Boyolali: Emak-emak Juga Ikut Angkat Pasir
Warga di kawasan kali Sombo, Mojosongo, Boyolal masih setia dengan pekerjaan menambang pasir.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Saat penghujan tiba, merupakan masa panen bagi penambang pasir manual ini.
"Kalau musim hujan gini. Sehari, mulai dari pagi sampai sore bisa dapat satu kol (bak pikap)," ujarnya.
Baca juga: Wisata Hits di Boyolali : Bale Rantjah Park Sawit, Cocok Buat Nyantai Layaknya Pantai Berpasir Putih
Hanya saja, penambang harus lebih waspada. Selain itu, penambangan tidak bisa setiap hari.
"Kalau hujan kami tidak berani nambang," imbuhnya.
"Karena aliran sungai deras dan kami tidak bisa mengambil pasir di dasar sungai," tambahnya.
Dia menambahkan pasir yang kumpulkan ini, paling mahal dijual dengan harga Rp 150 ribu per bak pikap.
Sedangkan untuk batu krikilnya hanya Rp 50 ribu.
"Kalau pasir untuk pasang paving itu murah. Hanya Rp 110 ribuan," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/suasana-penambangan-di-kali-sombo.jpg)