Breaking News:

Virus Corona

Inilah Gejala Terjangkit Varian Covid-19 Omicron, Waspada Bila Tubuh Mendadak Lelah dan Nyeri

Kasus Omicron di Afrika Selatan meningkat dari sebelumnya hanya di bawah 300 kasus baru sehari menjadi lebih dari 3.200 hanya dalam sehari.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
AFP/JOE KLAMAR
Seorang wanita berbelanja di pasar Naschmarkt yang akan segera ditutup di Wina, Austria di Wina, Austria pada 19 November 2021. (Photo by JOE KLAMAR / AFP) - Varian baru Covid-19 B.1.1.529 atau Omicron terdeteksi di Afrika Selatan, WHO imbau Negara tidak panik dan terapkan prokes terutama saat perjalanan. 

TRIBUNSOLO.COM, JOHANNESBURG - Varian baru virus Corona yang dinamakan Omicron kini tengah mewabah di sejumlah negara.

Ternyata ada gejala berbeda yang ditunjukkan oleh orang setelah terjangkit virus Omicron.

Gejala itu disebut para ahli kesehatan agak berbeda dari varian Delta.

Sebagaimana disampaikan seorang dokter Afrika Selatan, salah satu orang yang pertama menemukan varian ini.

"Pasien Covid yang terinfeksi varian baru ini mulai muncul sekitar 18 November," kata Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Dr. Angelique Coetzee pada hari Minggu lalu.

Baca juga: Apa Itu Omicron? Varian Baru Virus Covid-19 yang Kini Mengancam Dunia, 500 Persen Lebih Menular

Baca juga: Hasil Surveilans Tahap Kedua PTM di Kota Solo, 30 Siswa dan Guru Terpapar Covid-19 

Ia lantas membeberkan gejala yang dirasakan pasien pertama, seorang laki-laki berusia sekitar 30-an.

"Ia mengaku 'sangat lelah' selama beberapa hari dan juga merasa nyeri tubuh dan sedikit sakit kepala," jelas Dr. Coetzee.

Penumpang yang mengenakan alat pelindung diri (APD) mengantre untuk check-in penerbangan mereka di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) di Sepang pada 29 November 2021, ketika negara-negara di seluruh dunia menutup perbatasan dan memperbarui pembatasan perjalanan sebagai tanggapan atas penyebaran virus corona. variasi virus corona Covid-19 baru yang sangat bermutasi yang dijuluki Omicron. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Penumpang yang mengenakan alat pelindung diri (APD) mengantre untuk check-in penerbangan mereka di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) di Sepang pada 29 November 2021, ketika negara-negara di seluruh dunia menutup perbatasan dan memperbarui pembatasan perjalanan sebagai tanggapan atas penyebaran virus corona. variasi virus corona Covid-19 baru yang sangat bermutasi yang dijuluki Omicron. (Photo by Mohd RASFAN / AFP) (AFP/MOHD RASFAN)

Kendati demikian, pasien tidak menunjukkan gejala yang biasanya terkait dengan Delta atau varian sebelumnya, seperti batuk atau kehilangan indera pengecap atau penciuman.

"Hanya merasa 'tenggorokannya gatal' bukan sakit," papar Dr. Coetzee.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (30/11/2021), Dr. Coetzee mengatakan bahwa rekan-rekannya melaporkan kasus serupa dari pasien yang terinfeksi strain Omicron.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved