Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen Terbaru

Ngeri, Jalan Gabugan-Sumberlawang yang Rusak Kerap Makan Korban, Kades: 3 Hari Sekali Ada Kecelakaan

Kepala Desa Bonagung, Suwarno, mengatakan di lubang tersebut beberapa kali banyak mobil yang jatuh terjerembab.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Jalan Gabugan-Sumberlawang di Kecamatan Tanon, Sragen yang rusak dan bergelombang, Kamis (2/12/2021). Kondisi jalan telah rusak selama 1 tahun terakhir. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Warga Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, resah karena seringnya terjadi kecelakaan di salah satu ruas jalan di lingkungannya.

Tepatnya, berada di Jalan Gabugan-Sumberlawang yang rusak sepanjang kurang lebih 2 kilometer.

Pantauan TribunSolo.com, kondisi jalan di beberapa sisi tersebut memang berlubang dan bergelombang. 

Bahkan, di salah satu sisi jalan, terdapat kubangan cukup lebar dan dalam, yang kini ditandai dengan karung pasir dan drum agar pengendara tidak terjatuh.

Baca juga: Update Kecelakaan Truk Boks vs Motor di Depan RS PKU Muhammadiyah Delanggu: 1 Pengendara Meninggal

Baca juga: Potret Jalan Gabugan-Sumberlawang Sragen yang Penuh Lubang hingga 2 Km, Corona Buat Warga Gigit Jari

Kepala Desa Bonagung, Suwarno, mengatakan di lubang tersebut beberapa kali banyak mobil yang jatuh terjerembab.

Jalan Gabugan-Sumberlawang di Kecamatan Tanon, Sragen yang rusak dan bergelombang, Kamis (2/12/2021). Kondisi jalan telah rusak selama 1 tahun terakhir.
Jalan Gabugan-Sumberlawang di Kecamatan Tanon, Sragen yang rusak dan bergelombang, Kamis (2/12/2021). Kondisi jalan telah rusak selama 1 tahun terakhir. (TribunSolo.com/Septiana Ayu)

"Pernah malam-malam mobil Panther dari luar kota, jatuh ke dalam lubang jalan itu, bannya langsung pecah dua-duanya," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (2/12/2021). 

Lanjutnya, selain di titik itu, masih banyak jalan yang bergelombang dan berlubang lainnya.

Salah satunya didepan Balai Desa Bonagung, yang mana satu unit truk tronton pernah terguling. 

"Truk tronton pernah terguling, saking dalamnya lubang disana, sejauh ini itu kecelakaan yang paling besar," ujarnya. 

Suwarno menuturkan di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan

"Sangat sering terjadi kecelakaan, tiga hari sekali terjadi kecelakaan," jelasnya.

"Sejauh ini tidak ada korban jiwa, hanya sepeda motor terpeleset, kemudian terjatuh, luka sedikit, paling kerugiannya mobil atau sepeda motornya rusak," jelasnya. 

Warga pun kini harus menunggu lebih lama, agar jalan tersebut dapat diperbaiki.

Berdasarkan hasil rapat terbaru, anggaran perbaikan jalan telah dimasukkan ke dalam tahun 2022.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved