Berita Solo Terbaru

Penyebab Kali Jenes Solo Memerah Ternyata karena Limbah, Pemkot Solo Gagas IPAL Komunal

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo menemukan masih banyak Industri Mikro, Kecil dan Menengah (IMKM) membuang limbah cair langsung ke aliran sungai

Tayang:
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com / Dok Forum Jogo Kali Bengawan
Kali Jenes anak Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, kembali terlihat memerah, Kamis (2/12/2021) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo menemukan masih banyak Industri Mikro, Kecil dan Menengah (IMKM) membuang limbah cair langsung ke aliran sungai.

Meski demikian, DLH Kota Solo belum memberikan sanksi kepada IMKM tersebut. 

Berdasarkan hal tersebut, Pemkot melakukan pendataan bagi IMKM yang masih sembarangan membuang limbah. Tujuannya untuk difasilitasi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal untuk para pelaku IMKM tersebut.

Kepala DLH Kota Surakarta, Gatot Sutanto mengungkapkan, bahwa beberapa waktu lalu pihaknya melakukan susur sungai.

Yakni berada di Sungai Perkotaan seperti Kali Jenes, Kali Premulung, dan lainnya di sepanjang aliran Sungai Bengawan. 

"Dua bulan lalu kami susur sungai, salah satunya di Kali Jenes. Banyak IMKM seperti usaha sablon, printing, dan sejenisnya belum mempunyai IPAL. Dan limbahnya itu langsung masuk ke saluran pembuangan (drainase) di lingkungan mereka dan akhirnya masuk ke aliran sungai," katanya, Senin (6/12/2021).

Hasilnya mereka mendapati adanya sejumlah zat pewarna tektil yang membuat air sungai berwarna dan berbau.

Pencemaran ini diduga berasal dari IMKM yang umumnya dilakukan masyarakat dalam skala kecil oleh kalangan menengah ke bawah.

 "Untuk UMK atau IKM memang dapat difasilitasi Pemerintah. Dalam hal ini dibantu untuk pembuatan IPAL Industri secara komunal. Jadi memang perlu pembinaan dan bantuan dalam pengadaan IPAL Industri Komunalnya," terang Gatot.

Temuan IMKM yang belum memiliki IPAL industri itu tidak hanya ditemukan di Kali Jenes. 

Melainkan juga aliran yang berbatasan dengan wilayah lain.

Saat ini DLH masih terus melakukan pendataan untuk menentukan berapa jumlah pasti dan lokasi IMKM itu.

"Tantangannya adalah IMKM ini biasanya tidak menetap di suatu lokasi karena biasanya kontrak di suatu tempat. Belum lagi IMKM itu tidak selalu sama dalam operasionalnya jadi data harus dimatangkan. Sementara ini ada puluhan IMKM, kami harap tahun depan kami sudah ada data pastinya," katanya.

Selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak lain untuk penanganan limbah IMKM itu. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved