Berita Sragen Terbaru
Empat Bulan Atap SDN Pelemgadung 3 di Sragen Ambrol, Belum Ada Perbaikan
Kondisi SD Negeri Pelemgadung 3, di Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen begitu mengkhawatirkan.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kondisi SD Negeri Pelemgadung 3, di Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen begitu mengkhawatirkan.
Nampak, dari luar terlihat jelas, atap yang menaungi tiga kelas ambrol tepat di tengahnya.
Ketika masuk ke dalam kelas, tepatnya kelas 5, masih ada runtuhan kayu dan genteng yang belum dibersihkan.
Baca juga: Siap-siap, Pemkab Sragen Bikin SD Unggulan Per Kecamatan, yang Ditunjuk Bukanlah Sekolah Terbaik
Baca juga: Luhut Batalkan PPKM Level 3, Libur Sekolah di Solo saat Nataru Belum Berubah, Tunggu Surat Resmi
Genteng yang ambrol masih berserakan di tengah ruang kelas, sedangkan kursi, meja, dan buku-buku sudah dikeluarkan.
Kepala Sekolah SDN Pelemgadung 3, Lilik Haryanto mengatakan atap tersebut ambrol sudah sejak bulan September lalu.
"Ambrolnya tanggal 13 September lalu, sekitar pukul 16.00, waktu itu pas turun hujan, kuda-kudanya rapuh, makanya ambrol," ujarnya kepada TribunSolo.com, Kamis (9/12/2021).
Menurut Lilik, sebelum ambrol nampak plafon atap mulai melengkung ke bawah sejak bulan April lalu.
Baca juga: Kisah Juru Parkir di Bandung, Lulusan SD tapi Bisa Bangun Sekolah, Masjid hingga Taman Bacaan
Kemudian, ia mengajukan perbaikan kepada Dinas Pendidikan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut, hingga akhirnya atap tersebut ambrol.
Beruntungnya, saat ambrol tidak ada kegiatan di sekolah, sehingga tidak ada korban jiwa.
"Waktu itu masih belajar online, belum PTM seperti sekarang ini, jadi tidak ada korban jiwa," tuturnya.
Diketahui, ruang gedung tersebut baru direnovasi pada 2017 lalu, menggunakan Dana Alokasi Khusus.
Baca juga: Kisah Pilu Bocah 9 Tahun, Sepulang Sekolah Cari Rongsokan Hingga Larut Malam, Dikenal Anak Cerdas
Saat ini, secara keseluruhan jumlah siswa di SD Pelemgadung 3 ada 120 orang.
Diduga, penyebab ambrolnya atap karena kayu yang telah dimakan rayap.
"Kuda-kuda yang di tengah itu rapuh, makanya ambrol," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/SDN-Pelemgadung-3.jpg)