Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Klaten Terbaru

Merinding, Kepala Sekolah di Klaten Lapor Temukan Sarang Ular, saat Dievakuasi Ada 41 Ekor Kobra

Maraknya penemuan ular di sejumlah wilayah belakangan ini ,lantaran pada Oktober hingga Desember merupakan masa tetas ular. 

Penulis: Ibnu Dwi Tamtomo | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/IBNU D TAMTOMO
Penampakan puluhan ekor ular kobra di sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Warga Klaten dikejutkan dengan penemuan 41 ekor ular kobra di bangunan sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/2/2021).

Maraknya penemuan ular di sejumlah wilayah belakangan ini ,lantaran pada Oktober hingga Desember merupakan masa tetas ular. 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Relawan Reaksi Cepat Tanggap Darurat (RCTD) Klaten Timu, Eko Santoso.

Ia menjelaskan cuaca hujan seperti sekarang menjadi salah satu faktor penyebab ular berkembang biak di Klaten.

Baca juga: Cara Mencegah Ular Berbisa Masuk Rumah saat Musim Hujan: Jaga Kebersihan Agar Kondisi Tak Lembap

Baca juga: Viral Seorang Wanita Bawa Stroller Bayi Tapi Isinya Ular, Ternyata untuk Menghibur Pengunjung

"Tergantung cuaca, biasanya masa tetas telurnya setahun dua kali," ucap Eko kepada TribunSolo.com. 

Selain itu, kondisi sawah sekitar habitat ular biasanya sedang memasuki masa tanam, jadi besar kemungkinan ular tersebut berpindah dan mencari lokasi baru.

"Mungkin karena habitatnya terusik karena sawah kanan kirinya sedang masa tanam. Jadi mungkin terusik terus masuk ke SMP," terang Eko

Eko menyebut, setelah ia mendapat laporan dari kepala sekolah SMP Negeri Karangdowo, Klaten, Tim RCTD langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi ular-ular tersebut. 

"Kita mendapat laporan dari kepala sekolah, lalu kita terjunkan personel untuk menyisir dan mengevakuasi sarang ular tersebut," kata Eko.

Dalam kurun waktu dua jam evakuasi, ditemukan lebih dari 40 ular, satu  indukan, dan sisa cangkang telur. 

Ular-ular tersebut ditemukan di timbunan kayu dan semak-semak yang berada di kompleks SMP. 

Seluruh ular yang ditemukan akan dikarantina di kantor sekretariat RCTD Cawas sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. 

Eko memastikan bahwa pelepasliaran ular akan dilakukan di lokasi yang sangat jauh dari pemukiman penduduk agar tidak mengancam warga sekitar. 

"Kemudian ular itu akan kita lepasliarkan ditempat yang sangat jauh dari pemukiman warga," tutup dia.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved