Berita Solo Terbaru

Cerita SMPN 23 Surakarta Pakai Panel Surya, Bisa Hemat Listrik dan Pengeluaran Sampai 80 Persen

Solusi menghemat energi dan pengeluaran salah satunya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Tayang:
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Fristin Intan
Petugas memasang panel surya di SMPN 23 Surakarta Jalan Adi Sumarmo, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Solusi menghemat energi dan pengeluaran salah satunya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kini, selain rumah dan perusahaan, sekolah di Kota Solo mulai beralih ke PLTS tersebut.

Di antaranya SMPN 23 Surakarta di Jalan Adi Sumarmo, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Kepala SMPN 23 Surakarta, Herni Budiati menerangkan, pihaknya memasang 8 panel surya dengan kapasitasnya 405 WP.

"Itu menghemat 70-80 persen listrik, setiap bulan habis untuk biaya listrik sampai Rp 1,5 juta," terang dia kepada TribunSolo.com, Selasa (21/12/2021).

Lanjut Herni, pemilihan PLTS juga sebagai langkah untuk perwujudan Adiwiyata yang sekarang disematkan kepada sekolah tersebut.

Baca juga: Jeritan Rakyat Kecil Klaten : Gegara Harga Naik Gila-gilaan, Penjual Gorengan Pilih Tak Pakai Cabai

"Investasi masa depan, karena sampai kapanpun kebutuhan energi sangat penting sekali untuk keberlangsungan hidup," aku dia.

Harapannya dengan adanya panel surya tersebut, sekolah bisa menghemat penggunaan listrik.

"Sekarang semua daring soalnya," jelasnya.

Panel di Tirtonadi

Publik Solo dihebohkan dengan kabar Pemkot yang kesulitan membayar tagihan listrik.

Di tengah kabar tak mengenakkan tersebut, terminal terbesar di Kota Solo, Terminal Tipe A Tirtonadi Solo rupanya sejak lama mengembangkan inovasi untuk menghemat biaya listrik.

Inovasi yang dimaksud adalah panel surya.

Dikatakan oleh Kepala Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto, bahwa pihaknya sudah 3 tahun menggunakan panel surya.

Ia mengklaim jika penggunakan panel surya mampu menekan angka pembayaran listrik.

Solo Bakal Gelap, Pemkot Tidak Bisa Bayar Tagihan Listrik 8,6 Miliar Akibat Uang Habis untuk Corona

Gegara Pemkot Tak Bisa Bayar Listrik karena Anggaran Habis, Wali Kota Rudy Ditelepon Gubernur Ganjar

"Awal tahun 2016-2017, tagihan listrik operasional keseluruhan di terminal tirtonadi hampir 250 juta per bulan," kata Joko kepada TribunSolo.com, pada Selasa (9/6/2020).

"Tetapi dengan keberadaan solar cell di Terminal Tirtonadi ini terbantu kurang lebih rata rata hampir 50 juta sampai-60 juta per bulan," terangnya.

Adapun salah satu teknologi alternatif tersebut, dikatakan Joko bergantung betul pada kondisi alam, dalam hal ini matahari.

Semakin terik sinar matahari, semakin hemat pembiayaan listrik yang dikeluarkan.

"Cuma kita besar kecilnya pengurangan pembayaran listrik dengan menggunakan solar cell ini tergantung dengan terik matahari," tuturnya.

"Pada saat matahari terik dapat mengurangi beban kita banyak sekali, tetapi kalau mendung ya konsekuensinya cuma beberapa persennya saja," ungkapnya.

Kendala lain penggunaaan panel surya di terminal yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung adalah terbatasnya teknisi ahli jika sewaktu waktu terjadi kerusakan.

"Jika ada kerusakan spesifik perlu penanganan ahli kadang kita harus komunikasi dengan orang yang masang kemarin atau PT yang masang kemarin," katanya.

"Kalau untuk perawatan sudah kita siapkan," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved