Viral

Duh, Pemuda Gunungkidul Ini Mengaku Korban Klitih, Ternyata Sayat Tangan Sendiri agar Viral

HEH sebelumnya menyebarkan berita palsu dengan menyayat tangannya sendiri menggunakan alat pemotong (cutter)

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Switzy Sabandar/KOMPAS.TV
Seorang pemuda berinisial HEH (23) warga Semanu Gunungkidul ditangkap Polres Bantul karena menyebarkan berita hoaks sebagai korban klitih atau aksi kekerasan jalanan. 

TRIBUNSOLO.COM -- Beberapa hari lalu viral di media sosial, postingan yang menyebut korban klitih.

Kini terungkap fakta jika postingan tersebut hoaks.

Berikut ini merupakan pengakuan bohong jadi korban klitih.

Dari penyelidikan polisi, pelaku bahkan tak segan-segan menyakiti diri sendiri demi alasan viral.

Adapun pelaku hoaks itu adalah warga Semanu, Gunungkidul yang disebut polisi HEH (23).

Baca juga: 6 Pelaku Diduga Klitih di Jalan Yogyakarta Ditangkap, Semuanya Masih Remaja Belasan Tahun

Baca juga: Aksi Klitih di Yogyakarta Bikin Resah Pekerja Saat Malam, Pengemudi Ojol Khawatir Jadi Korban

HEH sebelumnya menyebarkan berita palsu dengan menyayat tangannya sendiri menggunakan alat pemotong (cutter)

Berikut Kronologi kabar bohong jadi korban klitih yang diungkap Polres Bantul :

1. Ngaku korban klitih

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan mengungkapkan, tersangka ini mengaku diserang oleh tiga orang tak dikenal saat melintas di Jalan Bibis, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pada Senin (27/12/2021), sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat itu ia baru pulang mentato tubuhnya di salah satu tempat di Kasihan.

Menurut versinya, ia diserang orang tak dikenal dengan menggunakan celurit.

Dalam keadaan terluka parah di tangan bagian kiri, HEH pun meminta tolong kepada warga.

Dia mengaku menjadi korban klitih.

Melihat hal tersebut, HEH pun dibawa untuk mendapatkan perawatan di klinik untuk kemudian diarahkan agar membuat laporan ke Polsek Kasihan.

"Berdasarkan laporan tersebut, sesuai SOP kami, kami lakukan olah tkp dan mencari keterangan saksi yang ada di lokasi dan pemeriksaan CCTV. Dari hasil tersebut, ternyata kejadian itu tidak pernah terjadi. Ternyata laporan ini palsu, bohong," ujar Kapolres, Rabu (29/12/2021).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved