Kisah Pratama Arhan, Bermodal Sepatu Rp 25 Ribu Sekali Pakai Jebol, Kini Jadi Pemain Muda Terbaik

Pemain timnas Indonesia asal Blora, Pratama Arhan Alif Rifai dinobatkan sebagai pemain muda terbaik piala AFF 2020.

Tayang:
AFP/ROSLAN RAHMAN
Pemain Indonesia Pratama Arhan Alif Rifai (kiri) diberi ucapan selamat oleh rekan setimnya Irfan Samaling Kumi (tengah) dan Hanis Saghara Putra setelah mencetak gol pada leg kedua pertandingan semifinal sepak bola AFF Suzuki Cup 2020 antara Singapura dan Indonesia di National Stadium di Singapura pada 25 Desember 2021. Laga semifinal leg 2 antara Indonesia vs Singapura menyajikan beragam drama dan kontroversi 

TRIBUNSOLO.COM - Pemain timnas Indonesia asal Blora, Pratama Arhan Alif Rifai dinobatkan sebagai pemain muda terbaik piala AFF 2020.

Di balik kesuksesan bek timnas Indonesia ini ternyata ada kisah perjuangan orang tua di belakang.

Baca juga: Lika-liku Mantan Pemain Andalan Real Madrid, Dulu Superstar Kini Banting Stir Jadi Nelayan

Dilansir dari TribunJateng, Surati Inawati Ragil, ibu kandung Arhan menceritakan kisah saat membelikan sepatu anak keduanya itu seharga 25 ribu. 

"Ibu kan orang yang gak punya, jadi punya uang 25 ribu itu untuk beli sepatu. Dipake sekali udah jebol," ungkap Surati saat ditemui tribunjateng di rumahnya, Dukuh Kedungnongo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Senin (20/12/2021). 

Saat ditanya soal keberadaan sepatu tersebut, Surati mengatakan sudah lupa dengan keberadaannya karena sudah lama. 

"Sepatunya entah dimana," ujarnya sambil tertawa. 

Surati mengatakan, kisah Arhan mencintai dunia sepak bola dari kecil. 

"Dia dulu sering ikut turnamen2 itu hlo mas, bojoneoro, cepu. kalau ada turnamen dia ikut," terangnya. 

Ibu dua anak ini juga menceritakan Arho sapaan akrab masa kecilnya bergabung di timnas Indonesia. 

"Gabung timnas dari lulus SMA, seleksi PSIS, langsung dipanggil timnas itu," ujarnya. 

Istri dari Sutrisno ini juga mengungkapkan, Arho selalu memberi kabar setiap hari dan selalu meminta doa restu kepada orang tua jika hendak bertanding. 

"Dia tiap hari VC, tiap hari ngabari ibuk. Apalagi hari ini sampai berulang-ulang," ucap dia. 

Sebagai orang tua, Surati merasa bangga dengan orestaai yang dicapai putra sulungnya yang merupakan didikan Shin Tae-yong pelatih timnas Indonesia. 

"Bangga dan bersyukur, Melihat anaknya berprestasi seperti itu, semoga kedepannya bisa baik lagi dan lebih baik lagi," pungkasnya.

Baca juga: Jadwal Liga Inggris: Chelsea vs Liverpool, The Reds Kerap Tersandung di London, The Blues Siap Jegal

Pratama Arhan Sempat Relakan Cita-citanya Jadi Tentara

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved