Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo Terbaru

Nahas Nasib Giyono, Dirawat di Rumah Sakit karena Digigit Ular Berbisa saat Banjir di Pajang Solo

Kampung Notosari, RT 01/XIV, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo terendam banjir, Sabtu (1/1/2022).

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Agil Tri
Giyanti saat menunjukan pohon yang jadi sarang ular yang menggigit kakaknya, di Notosari, RT 01/XIV, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo, Minggu (2/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kampung Notosari, RT 01/XIV, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo terendam banjir, Sabtu (1/1/2022).

Banjir yang terjadi sejak sore hingga malam hari itu, disebabkan luapan kali Jenes.

Selain berdampak pada rumah yang tergenang air, banjir juga mengakibatkan seorang warga bernama Giyono (59), digigit ular berbisa jenis Viper Hijau.

Baca juga: Bikin Geleng-geleng, Kantor Pengadilan Agama Sukoharjo Diserbu Ular Korba, Sudah 5 Ekor Ditemukan

Baca juga: Cara Mencegah Ular Berbisa Masuk Rumah saat Musim Hujan: Jaga Kebersihan Agar Kondisi Tak Lembap

"Iya, kemarin saat banjir tinggi-tingginya digigit ular," kata adik Giyono, Giyanti, Minggu (2/1/2022).

Giyanti mengatakan, saat itu kakaknya dan suaminya sedang mengamankan pohon jambu yang ditanam di pot.

Pohon jambu tersebut hanyut terseret arus banjir.

Namun saat Giyono memegang pohon jampu tersebut, tanpa disadari ada ular berbisa di pohon tersebut.

Tangan Giyono pun digigit ular berbisa itu.

Baca juga: Mitos Lihat Ular Raksasa di Makam Kuno Pangeran Sukowati di Tanon, Keinginannya Tak Akan Terkabul

"Semalam dilarikan ke rumah sakit Kasih Ibu," ujarnya.

"Ini tadi istrinya bilang, kalau kondisinya sudah membaik," tambahnya.

Seorang warga setempat, Wati mengatakan, di kampungnya memang banyak ditemukan ular.

Sebab, kawasan kampung Notosari berada di tepi sungan Janes.

"Tapi untuk kasus orang digigit ular, baru ini," pungkasnya.

Sepinggang Orang Dewasa

Warga Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo harus menerima nasib, Sabtu (1/1/2022).

Hari pertama di tahun 2022 tersebut, mereka harus merasakan kebanjiran. 

Diketahui, ada belasan rumah warga di dua Rukun Warga (RW) terendam banjir.

Tinggi air mencapai semata kaki hingga sepinggang orang dewasa.

Baca juga: Viral Pasangan Pengantin Naik Perahu ke Lokasi Pernikahan Karena Banjir, Tenda Tak Dipasang

Kota Solo dan kabupaten sekitarnya, memang diguyur hujan yang cukup lebat.

Lurah Laweyan, Priadi, mengatakan, banjir di kampung situ terjadi tahunan.

Ia mengatakan, hujan di sana disebabkan limpahan air dari Boyolali.

"Iya benar luapan Kali Jenes, karena hujan deras di Boyolali,"

"ini terjadi tahunan, setiap hujan deras di Boyolali, pasti di sini air meluap, menggenangi rumah warga," kata Lurah Laweyan Priadi, kepada Tribunsolo.com, Sabtu (1/1/2022).

Lanjut Priadi, luapan air mulai menggenangi rumah warga sejak pukul 15.30 WIB.

"Hujan deras sela dua jam di Boyolali, sudah biasa karena di Solo sudah selesai hujan pas jam itu," katanya.

Informasi yang diterima, ada beberapa RW yang terdampak dari meluapnya sungai Jenes ini.

"Dari data kami yang paling parah di dua RW, yakni di RW 14 dan RW 4. Untuk di RW 14 ada 12 Kartu Keluarga (KK) dan RW 4 ada 4 KK," jelas Lurah Panjang.

"Tingginya sampai punggung orang dewasa di RW 14 dan di RW 4 hanya sekaki," lanjutnya.

Priadi mengatakan, wilayah yang tergenang baru surut sekitar pukul 21.00 WIB.

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Laweyan dan Tim dari BPBD Kota Solo, membantu warga dalam membersihkan kotoran sisa banjir.  (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved