Berita Solo Terbaru
Sempat Ditunda, Piala Dunia U-20 Segera Digelar di Solo, PKL di Manahan Harus Segera Pergi
Kawasan Stadion Manahan akan kembali disterilkan dari PKL. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, Jumat (14/1/202
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Aji Bramastra
Laporan Wartawan TribunSolo.com,Fristin Intan Sulistyowati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kawasan Stadion Manahan akan kembali disterilkan dari PKL.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, Jumat (14/1/2022).
Baca juga: PKL Manahan Direlokasi Permanen: Pedagang Mengaku Keberatan, Gantungkan Nasib pada Wali Kota Baru
Heru mengatakan, sterilisasi dilakukan untuk persiapan menjelang Piala Dunia U-20 pada 2023 mendatang.
Sterilisasi ini sejatinya sudah nyaris dilakukan di era Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.
Tapi, tertunda karena pelaksanaan Piala Dunia ditunda lantaran pandemi.
Nah, kini sterilisasi akan segera dilakukan kembali.
Kawasan Shelter Manahan bakal dibangun ulang dan dijadikan jalur pejalan kaki.
Selain itu, dilengkapi taman.
Nantinya, pembangunan kawasan Manahan ini mewajibkan semua PKL pergi.
"Selama pembangunan para PKL di shelter itu akan mandiri, entah mereka menempati rumah sendiri atau menyewa,"
"Setelah selesai nanti akan diatur SOP-nya, jualannya diatur, ditaati, dipenuhi," kata Heru, Jumat (14/1/2022).
Heru mengakui, ada permintaan dari 132 PKL di Manahan, yang sudah diajukan ke Pemkot Solo.
"Pertama, pedagang menginginkan sebisa mungkin masih boleh jualan shelter di manahan. Kedua, selama ada jaminan masih boleh berjualan di Shelter Manahan, mereka selama pembangunan tidak usah disiapkan pasar darurat, karena mencari sulit.
Yang ketiga, data PKL yang ada di shelter Manahan harus terkunci," kata dia.
Terpisah, seorang pedagang shelter Manahan, Sri Purwani mengatakan saat ini sudah berjual selama 15 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pkl-manahan-solo.jpg)